Kang_Yush Penulis yang bingung dan lagi terobsesi merubah dunia lewat dunia pendidikan, wajahnya biasa aja tapi dia baik kok.

Khutbah Idul Adha 2020 tentang Idul Adha ditengah Pandemi

4 min read

Khutbah idul adha 2020 merupakan momen yang wajib dilakukan bagi umat islam dalam merayakan hari raya idul adha.

Khutbah idul adha 2020 sebagai tanda bahwa umat islam meresmikan kegiatan dengan berkumpul mendengarkan dan mengambil hikmah dari apa yanh disampaikan khotib.

Berikut ini adalah teks khutbah idul adha 2020 dengan tema merayakan idul adha ditengah pandemi COVID-19 atau biasa disebut Corona Virus.

Khubah I

Khutbah idul adha 2020

Hosting Unlimited Indonesia

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah.

Mengawali khutbhah id pada pagi hari yang penuh keberkahan ini, khatib berwasiat kepada kita semua.

Terutama kepada diri khatib pribadi untuk senantiasa berusaha meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah
subhanahu wa ta’ala.

Kapan pun dan di mana pun kita berada serta dalam keadaan sesulit apa pun dan dalam kondisi yang bagaimana pun, dengan cara
melaksanakan segenap kewajiban dan menjauhi segala larangan Allah ta’ala.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah.

Hari raya sejatinya adalah hari yang dirayakan setelah seorang hamba melakukan berbagai ketaatan dan penghambaan kepada Allah ta’ala.

Idul Fitri sejatinya adalah bagi mereka yang telah sungguh-sungguh melaksanakan
ibadah puasa dan berbagai ibadah di bulan Ramadlan.

Dan Idul Adha sejatinya adalah bagi mereka yang telah menjalankan rukun haji yang paling utama, yaitu wukuf di Arafah, atau bagi mereka yang telah sungguh – sungguh melakukan ketaatan dan ibadah pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah.

Merekalah yang sejatinya berhari raya. Sedangkan orang-orang yang tidak mendahului dua hari raya dengan berbagai ketaatan dan ibadah, lalu apa yang mereka rayakan?

Hadirin jama’ah shalat idul adha rahimakumullah,

Hari raya sejatinya bukanlah hari kegembiraan bagi sebagian orang. Pada hari raya, semestinya yang berbahagia bukanlah orang – orang tertentu.

Seharusnya kita semua bergembira. Seharusnya kita semua berbahagia. Karena hari raya sejatinya adalah hari raya seluruh umat.

Hari raya adalah kegembiraan umat Islam di seluruh dunia. Hari raya adalah kegembiraan bersama.

Zakat fitrah yang mengiringi idul fitri dan kurban yang mengiringi idul adha adalah bukti bahwa Islam menggariskan agar hari raya melahirkan kegembiraan bersama.

Orang yang mampu berzakat fitrah, maka ia berikan zakatnya kepada orang – orang yang fakir dan miskin.

Orang yang mampu berkurban, maka ia bagikan daging hewan kurban kepada orang-orang yang tidak mampu, yang sebagian dari mereka mungkin hanya merasakan daging setahun sekali.

Dengan itu, kegemberiaan akan merata. Kegemberiaan akan dirasakan oleh sebanyak – banyaknya umat Islam.

Dari titik ini, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa memenuhi kebutuhan orang – orang yang membutuhkan dan menggembirakan mereka dengan zakat dan daging kurban adalah sesuatu yang semestinya selalu mengiringi setiap momen hari raya.

Hakikat hari raya adalah kegembiraan bersama, kasih sayang, empati dan berbagi kepada sesama.

Hadirin rahimakumullah,

Sebagai upaya untuk menjadikan hari raya sebagai kegembiraan bersama, kita seyogyanya menyambut hari raya dengan mempersiapkan diri kita untuk berbagi dengan yang lain.

Menjelang hari raya, kita persiapkan diri kita untuk membantu sesama, meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan dan menghilangkan kesedihan mereka dengan
menyumbangkan sebagian harta kita.

Jika tidak mampu, maka dengan ucapan – ucapan yang indah yang dapat menghibur hati mereka, dengan sapaan dan senyuman tulus kepada mereka serta lantunan doa untuk kebaikan mereka.

Ketika kita berkumpul bersama ayah-ibu kita, bersama anak-anak kita, teman – teman kita dan orang – orang yang kita cintai dalam rangka makan bersama pada momen hari raya.

Ingatlah bahwa di sana masih banyak anak-anak yatim yang tidak mendapatkan kasih sayang dari orang tua mereka.

Di sana ada janda – janda yang bekerja membanting tulang mencari nafkah untuk menghidupi anak – anak mereka.

Ingatlah bahwa di berbagai tempat banyak orang yang kehilangan pekerjaan pada musim pandemi ini.

Di berbagai daerah banyak orang kesulitan mencari nafkah akibat covid-19 yang terus mewabah.

Paling tidak, kita lantunkan doa untuk mereka pada hari yang penuh keberkahan ini. Pada hari yang semestinya semua orang bergembira.

mereka menahan kesedihan, merasakan perihnya kehidupan dan menanggung beban hidup yang serba kesulitan.  Kita selipkan doa untuk mereka di tengah kegemberiaan kita.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Kita hadirkan dalam hati bahwa pada saat kita membantu orang – orang yang membutuhkan atau mendoakan mereka.

Pada hakikatnya kita sedang berbuat baik kepada diri kita sendiri. Kita renungkan dan kita hadirkan dalam hati kandungan makna dari ayat-ayat berikut ini:

إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لِأَنفُسِكُمْ ۖ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا ۚ فَإِذَا جَآءَ وَعْدُ ٱلْءَاخِرَةِ لِيَسُۥٓـُٔوا۟ وُجُوهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا۟ ٱلْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَلِيُتَبِّرُوا۟ مَا عَلَوْا۟ تَتْبِيرًا

Artinya :

Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh – musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai.

Khutbah idul adha 2020

Hadirkan juga dalam hati apa yang disabdakan Baginda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam:

Khutbah idul adha 2020

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Kepada mereka yang terdampak covid-19 atau mengalami masa – masa sulit dalam hidupnya yang disebabkan berbagai masalah.

Kita katakan bahwa musibah yang menimpa kalian tidak sebanding dengan apa yang menimpa Nabi Ibrahim dan Nabi Isma’il beserta keluarga mereka.

Hadirin rahimakumullah,

Dalam penantian yang sangat lama hingga mencapai puncak usia 86 tahun, Nabi Ibrahim ‘alaihis salam baru dikaruniai seorang anak yang kemudian diberi nama Isma’il.

Setelah belahan jiwanya itu tumbuh dewasa menjadi seorang remaja, Allah memerintahkan kepada Baginda Nabi Ibrahim agar menyembelih putra yang sangat dicintai dan dinanti – nanti itu.

Apa sikap Nabi Ibrahim dan Isma’il menerima perintah itu?. Dengan ketundukan yang total kepada Allah, Ibrahim bersegera menjalankan perintah itu tanpa ada keraguan sedikit pun.

Sang putra juga menyambut perintah itu dengan kepasrahan yang total tanpa ada protes sepatah kata pun. Subhanallah!.

Sebuah potret keluarga shalih yang lebih mengutamakan perintah Allah dibandingkan dengan apa pun selainnya.

Ayah dan anak saling menolong dan menyemangati untuk melaksanakan perintah Allah. Dialog indah antara keduanya terekam dalam al-Qur’an sebagaimana diceritakan oleh Allah:

قَالَ يَٰبُنَىَّ إِنِّىٓ أَرَىٰ فِى ٱلْمَنَامِ أَنِّىٓ أَذْبَحُكَ فَٱنظُرْ مَاذَا تَرَىٰ

Maknanya: “….. Ibrahim berkata: “Duhai putraku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu, maka pikirkanlah apa pendapatmu?”
(QS ash-Shaffat: 102)

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Mari kita renungkan bersama, hadirin sekalian. Di tengah pandemi covid-19 dan
berbagai problem hidup.

Marilah kita meneladani apa yang diteladankan oleh Nabi Ibrahim dan Isma’il ketika diuji oleh Allah dengan ujian yang sangat berat tersebut.

Berkat ketakwaan, sikap sabar, tawakal, keteguhan hati dalam menjalankan perintah Allah dan ketundukan yang total kepada-Nya, Nabi Ibrahim dan Isma’il pada akhirnya mendapatkan jalan keluar dan pertolongan dari Allah subhanahu  wa ta’ala.

Kita harus yakin bahwa di setiap kesulitan pasti ada kemudahan, jika kita bersabar. Kita harus yakin bahwa di setiap musibah pasti ada hikmah, jika kita bertawakal.

Kita harus yakin bahwa di setiap masalah, pasti akan kita temukan jalan keluar, jika kita bertakwa. Dan kita yakin bahwa di setiap kesusahan pasti ada kebahagiaan, jika kita tunduk total kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Akhirnya kita berdoa, semoga Allah menghindarkan negara kita secara khusus
dan seluruh negeri umat Islam secara umum dari segala bala’, musibah, wabah, melambungnya harga, kemungkaran, keburukan, kekejian, berbagai kesulitan dan kesusahan. Amin Ya Rabbal ‘alamin.

Khutbah idul adha 2020

Khutbah II

Khutbah idul adha 2020

Demikian khutbah idul adha 2020 yang dapat kami persembahkan untuk anda para khotib idul adha. Semoga sukses dan lancar.

Baca juga : 3 Teks pidato tentang pendidikan di tahun 2020

Kang_Yush Penulis yang bingung dan lagi terobsesi merubah dunia lewat dunia pendidikan, wajahnya biasa aja tapi dia baik kok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *