Materi Pergerakan Nasional Sejarah Indonesia Kelas 10

  • 5 min read
  • Jan 04, 2021

Mata pelajaran sejarah indonesia kelas 10 ini membahas perkembangan sejarah Indonesia dari masa pergerakan nasional sampai masa orde baru.

Dengan mempelajari sejarah diharapkan kita dapat memahami arti kehidupan manusia di masa lampau.

Keberadaan manusia yang sekarang ini merupakan mata rantai yang
tak terpisahkan dari kehidupan generasi sebelumnya.

Oleh karena itu, mempelajari Sejarah Indonesia kelas 10 adalah suatu keharusan agar dapat memilih dan menganalisis peristiwa – peristiwa sekarang untuk menentukan
tindakan – tindakan pada masa yang akan datang.

Masa Awal Pergerakan Nasional

Sejarah Indonesia kelas 10

Masa Pergerakan Nasional ditandai dengan munculnya organisasi – organisasi modern antara lain Budi Utomo (BU), Sarekat Islam (SI), dan Indische Partij (IP) dalam memperjuangkan perbaikan nasib bangsa.

Kaum terpelajar melalui organisasi-organisasi memotori munculnya pergerakan nasional Indonesia.

Pada saat itulah bangsa-bangsa di Nusantara mulai sadar akan rasa “sebagai satu bangsa” yaitu bangsa Indonesia.

Baca juga : Sejarah peringatan hari besar agama di indonesia

Kata “Pergerakan Nasional“ mengandung suatu pengertian yaitu merupakan perjuangan yang dilakukan oleh organisasi secara modern ke arah perbaikan taraf hidup bangsa Indonesia yang disebabkan karena rasa tidak puas terhadap keadaan masyarakat yang ada.

Gerakan yang mereka lakukan memang tidak hanya terbatas untuk memperbaiki derajat bangsa tetapi juga meliputi gerakan di berbagai bidang pendidikan, kebudayaan, keagamaan,
wanita dan pemuda.

Istilah Nasional berarti bahwa pergerakan-pergerakan tersebut mempunyai cita-cita nasional yaitu berkeinginan mencapai kemerdekaan bagi bangsanya yang masih terjajah.

Sejarah Indonesia kelas 10
Hos Tjokroaminoto

Gagasan pertama pembentukan Budi Utomo berasal dari dr. Wahidin Sudirohusodo, seorang dokter Jawa dari Surakarta.

Pada tahun 1908, dr. Wahidin bertemu dengan Sutomo pelajar Stovia. Dokter Wahidin
mengemukakan gagasannya pada pelajar-pelajar Stovia dan para pelajar tersebut menyambutnya dengan baik.

Sehubungan dengan itu pada tanggal 20
Mei 1908 diadakan rapat di satu kelas di Stovia. Rapat tersebut berhasil membentuk sebuah organisasi bernama Budi Utomo dengan Sutomo ditunjuk sebagai ketuanya.

Pada tahun 1909 R.M. Tirtoadisuryo mendirikan perseroan dalam bentuk koperasi bernama Sarekat Dagang Islam (SDI).

Perseroan dagang ini bertujuan untuk menghilangkan monopoli pedagang Cina yang menjual bahan dan obat untuk membatik.

Sekitar akhir bulan Agustus 1912, Serikat Dagang Islam diganti menjadi Serikat Islam (SI). Dalam kongres Serikat Islam di Madiun pada
tahun 1923 nama Serikat Islam diganti menjadi Partai Serikat Islam.

Partai ini bersifat nonkooperasi yaitu tidak mau bekerjasama dengan pemerintah tetapi
menginginkan perlu adanya wakil dalam Dewan Rakyat.

Organisasi yang sejak berdirinya sudah bersikap radikal adalah Indische Partij. Organisasi ini dibentuk pada tahun 1912 di kalangan orang-orang Indo di Indonesia dipimpin oleh E.F.E. Douwes Dekker.

Baca juga : Sejarah berdirinya Google sang Maestro web dunia

Cita-citanya adalah agar orang – orang yang menetap di Hindia Belanda (Indonesia) dapat duduk dalam pemerintahan.

Baca Juga :  10 Hari Besar Agama Islam dan sejarahnya

Sejarah indonesia kelas 10

Adapun semboyannya adalah Indie Voor de Indier (Hindia bagi orang-orang yang berdiam di Hindia).

Dibandingkan dengan Budi Utomo, Indische Partij telah mencakup suku – suku bangsa lain di nusantara.

Masa akhir Indische Partij terjadi ketika Suwardi Suryaningrat dan Cipto Mangunkusumo ditangkap dan diminta untuk memilih daerah pembuangan.

Akhirnya ke dua tokoh tersebut meminta dibuang ke negeri Belanda. Demikian juga Douwes Dekker dibuang ke Belanda dari tahun
1913 sampai dengan 1918.

Masa Pemikiran Radikal

Sejarah indonesia kelas 10

Masa radikal, diartikan sebagai suatu masa yang memunculkan organisasi – organisasi politik yang kemudian dinamakan “partai”.

Pada umumnya organisasi-organisasi ini tidak mau bekerja sama dengan pemerintah Hindia Belanda dalam mewujudkan cita-cita organisasinya.

Mereka dengan tegas menyebutkan tujuannya untuk mencapai Indonesia Merdeka. Pada tahun 1908 di negeri Belanda berdiri sebuah organisasi yang bernama Indische Vereeniging.

Organisasi ini didirikan oleh pelajar-pelajar
dari Indonesia. Pada mulanya hanya bersifat sosial yaitu untuk memajukan kepentingan – kepentingan bersama para pelajar tersebut.

Organisasi ini juga menginginkan adanya hak bagi bangsa Indonesia untuk menentukan nasibnya sendiri.

Sehubungan dengan itu Indische Vereeniging berganti nama menjadi Indonesische Vereeniging (Perhimpunan Indonesia) dan bertujuan untuk mencapai kemerdekaan Indonesia.

Sejalan dengan itu majalah Perhimpunan Indonesia (PI) yang semula bernama “Hindia Putra” juga berganti nama menjadi “Indonesia Merdeka”.

Para anggota PI berusaha mengadakan propaganda kemerdekaan Indenesia. PNI berkeyakinan bahwa untuk membangun nasionalisme.

Ada tiga syarat yang harus ditanamkan kepada rakyat yaitu jiwa nasional (nationaale geest), tekad nasional (nationaale wil), dan tindakan nasional (nationaale daad).

Nasionalisme juga berkembang di kalangan pemuda. Para pemuda yang telah mendirikan berbagai organisasi pemuda juga merasa perlu untuk menggalang persatuan.

Semangat persatuan ini diwujudkan dalam kongres pemuda pertama di Jakarta pada bulan Mei 1926. PPI mempelopori penyelenggaraan Kongres Pemuda II.

Dalam Kongres Pemuda II yang diselenggrakan pada tanggal 27-28 Oktober 1928 berbagai organisasi pemuda seperti Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Sekar Rukun, Pasundan, Jong Selebes, Pemuda Kaum Betawi.

Sejarah indonesia kelas 10

Kongres ini berusaha mempertegas kembali makna persatuan dan berhasil mencapai suatu
kesepakatan yang kemudian dikenal sebagai Sumpah Pemuda, yaitu:

Baca Juga :  Peristiwa Penting Pada 25 April dalam Sejarah Dunia

Pertama, kami Putra dan Putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu,
tanah Indonesia.

Kedua, Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa
Indonesia.

Ketiga, Kami Putra dan Putri Indonesia menjunjung tinggi bahasa persatuan
bahasa Indonesia.

Masa Bertahan bagi Bangsa Indonesia

Sejarah indonesia kelas 10

Masa bertahan, pada tahap ini kaum pergerakan berusaha mencari jalan baru untuk melanjutkan perjuangan.

Mereka menggunakan taktik baru, yaitu dengan bekerja sama dengan pemerintah melalui parlemen.

Partai politik mengirimkan wakil-wakilnya dalam Dewan Rakyat. Mereka mengambil jalan
kooperatif, tetapi sifatnya sementara insidentil.

Artinya kalau terjadi ketidakcocokan dengan politik pemerintah, mereka dapat keluar dari Dewan Rakyat.

Baca juga : Sejarah hari kemerdekaan malaysia

Partai-partai politik yang melakukan taktik kooperatif dengan pemerintah Hindia Belanda adalah Persatuan Bangsa Indonesia dan Partai Indonesia Raya.

Persatuan Bangsa Indonesia (PBI) mendirikan bank, koperasi serta perkumpulan tani dan nelayan. Pemakarsanya adalah Dokter Sutomo, seorang pendiri Budi Utomo.

Pada tahun 1935 terjadi penyatuan antara Budi Utomo dan PBI. Dalam sebuah partai yang disebut Partai Indonesia Raya (Parindra),
Ketuanya adalah Dokter Sutomo.

Organisasi-organisasi lain yang ikut bergabung dalam Parindra adalah: Serikat Sumatera, Serikat Celebes, Serikat Ambon, Kaum Betawi, dan Tirtayasa.

Dalam kongresnya tahun 1937, Wuryaningrat terpilih sebagai ketua dibantu oleh Mohammad Husni Thamrin, Sukarjo Wiryapranoto, Panji Suroso, dan Susanto Tirtoprojo.

Kerjasama antar anggota cabang-cabangnya menjadikan Parindra sebagai partai politik terkuat menjelang runtuhnya Hindia Belanda.

Di samping Parindra juga muncul organisasi lain seperti Partindo. Namun karena desakan pemerintah akhirnya partai itu bubar pada tahun 1936.

Para pemimpinnya meneruskan perjuangan dengan mendirikan Gerakan
Rakyat Indonesia (Gerindo) di Jakarta pada tanggal 24 Mei 1937.

Tokoh – tokoh yang duduk dalam Gerindo ialah Mr. Sartono, Mr. Mohammad Yamin, dan Mr.
Amir Syarifuddin.

Pada masa pemerintah Gubernur Jenderal Limburg Stirum (1916-1921) dibentuk Volksraad atau Dewan Rakyat, yaitu pada tanggal 18 Mei 1918.

Anggota dewan dipilih dan diangkat dari golongan orang Belanda, Indonesia, dan bangsa-bangsa lain.

Tujuan pembentukan Dewan Rakyat adalah agar wakil-wakil rakyat Indonesia dapat berperan serta dalam pemerintahan. Golongan kooperatif berupaya semaksimal mungkin untuk memanfaatkan Dewan Rakyat.

Sejarah indonesia kelas 10
Muhammad Husni Thamrin

Pada tahun 1930 Mohammad Husni Thamrin,
anggota Dewan Rakyat, membentuk Fraksi Nasional guna memperkuat barisan dan persatuan nasional.

Mereka menuntut perubahan ketatanegaraan dan penghapusan diskriminasi di berbagai bidang.

Mereka juga menuntut penghapusan beberapa pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Belanda tentang penangkapan dan pengasingan pemimpin perjuangan Indonesia serta pemberangusan pers.

Baca Juga :  Hari Perdamaian Aceh, 15 Agustus 2005

Pada tanggal 15 Juli 1936 Sutarjo Kartohadikusumo, anggota dewan rakyat, menyampaikan petisi agar Indonesia diberi pemerintahan sendiri (otonomi) secara berangsur – angsur dalam waktu sepuluh tahun.

Tuntutan untuk otonomi ini ditolak pemerintah, sebab hal ini memberi peluang yang mengancam runtuhnya bangunan kolonial.

Kegagalan Petisi Sutarjo menjadi cambuk untuk meningkatkan perjuangan nasional. Pada bulan Mei 1939 Muh. Husni Thamrin membentuk
Gabungan Politik Indonesia (GAPI).

Yang merupakan gabungan dari Parindra,
Gerindo, PSII, Partai Islam Indonesia, Partai Katolik Indonesia.

Pasundan, Kaum Betawi, dan Persatuan Minahasa. GAPI mengadakan aksi dan menuntut Indonesia Berparlemen yang disusun dan dipilih oleh rakyat Indonesia, Pemerintah harus bertanggung jawab kepada Parlemen.

Jika tuntutan itu diterima pemerintah, GAPI akan mengajak rakyat untuk mengimbangi
kemurahan hati pemerintah.

Pada tanggal 24 Desember 1939 dibentuk Kongres Rakyat Indonesia. Kegiatan ini antara lain menuntut pemerintah Belanda agar menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional.

Indonesia Raya sebagai lagu kebangsaan  dan bendera merah putih sebagai bendera Nasional.
Pemerintah memberikan reaksi dingin.

Perubahan ketatanegaraan akan diberikan setelah Perang Dunia II selesai. Pada 1 September 1939 pecah perang di Eropa yang kemudian berkembang menjadi Perang Dunia II.

Tuntutan GAPI dijawab Pemerintah dengan pembentukan Komisi Visman pada bulan
Maret 1941 yang bertugas menyelidiki keinginan golongan-golongan masyarakat Indonesia dan perubahan pemerintahan yang diinginkan.

Namun Komisi ini hanya menampung hasrat masyarakat Indonesia yang pro pemerintah dan masih menginginkan Indonesia tetapi dalam ikatan Kerajaan Belanda.

Hasil penyelidikan komisi Visman tidak memuaskan. Sebelum hasil Komisi Visman diwujudkan, Jepang sudah tiba di Indonesia.

Meskipun demikian pihak Indonesia telah sempat mengusulkan 3 hal, yaitu :

  1. Pelaksanaan hak menentukan nasib sendiri;
  2. Penggunaan bahasa Indonesia dalam sidang Dewan Rakyat;
  3. Pergantian kata Inlander (pribumi) menjadi Indonesier.12

Untuk menguatkan perjuangan GAPI, KRI, diubah menjadi Majelis Rakyat Indonesia (MRI) dalam konferensi di Yogyakarta pada tanggal 14
September 1941.

Di dalam MRI duduk wakil-wakil dari organisasi politik, organisasi Islam, federasi serikat sekerja, dan pegawai negeri.

Walaupun terdapat perbedaan pendapat antara organisasi-organisasi yang tergabung dalam MRI.

Namun persatuan dan kesatuan kaum Nasionalis terus dipupuk sampai masuknya Tentara Militer Jepang.

Demikianlah muqaddimah materis Sejarah indonesia kelas 10 yang dapat anda jadikan sebagai dasar pengetahuan.

Diharapkan setelah anda membaca keseluruhan tentang muqaddimah sejarah indonesia kelas 10 ini anda lebih bisa untuk mencintai sejarah.

Jangan lupa kritik saran dan berikan komentar karena masukan dari anda adalah sangat berharga bagi kami, terimakasih.