Kang_Yush Penulis yang bingung dan lagi terobsesi merubah dunia lewat dunia pendidikan, wajahnya biasa aja tapi dia baik kok.

Family Days : Inilah Sejarah Hari Keluarga Internasional

3 min read

Specialdays.id – Keluarga merupakan bagian terpenting dan termasuk dalam pendidikan utama bagi anak, mengingat begitu pentingnya keluarga bagi semua orang, tapi tahukah kamu? Karna begitu pentingnya arti sebuah keluarga Organisasi Besar Dunia telah menetapkan Hari Keluarga Internasional, berikut ini adalah Sejarah Hari Keluarga Internasional.

Pengertian Keluarga

Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.

Hosting Unlimited Indonesia

Baca Juga : Sejarah Peringatan Hari Perawat Internasional

Menurut Salvicion dan Celis (1998) di dalam keluarga terdapat dua atau lebih dari dua pribadi yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan, di hidupnya dalam satu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dan di dalam perannya masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu kebudayaan.

Berdasar Undang-Undang 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Bab I pasal 1 ayat 6 pengertian Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami istri; atau suami, istri dan anaknya; atau ayah dan anaknya (duda), atau ibu dan anaknya (janda).

Sejarah Hari Keluarga Internasional

Hari Keluarga Internasional merupakan hari perayaan yang diperingati pada tanggal 15 Mei setiap tahun. Majelis Umum PBB pada tahun 1993 memproklamasikan hari tersebut lewat resolusi A/RES/47/237 dan mempertimbangkan kepentingan hubungan komunitas internasional dengan keluarganya.

Baca Juga : Sejarah Hari Matinya Listrik Se- Jawa Bali yang pertama di Indonesia

Pada hari tersebut, perayaan diperingati dengan mempromosikan kesadaran pentingnya berhubungan dengan keluarga dan meningkatkan pengetahuan terhadap proses sosial, ekonomi, dan demografi terhadap keluarga.

Selama tahun 1980-an, PBB mulai memusatkan perhatian pada masalah-masalah yang berkaitan dengan keluarga. Pada tahun 1983, berdasarkan rekomendasi Dewan Ekonomi dan Sosial, Komisi Pembangunan Sosial dalam resolusi mengenai Peran keluarga dalam proses pembangunan (1983/23) meminta Sekretaris Jenderal untuk meningkatkan kesadaran di antara para pembuat keputusan dan publik tentang masalah dan kebutuhan keluarga, serta cara yang efektif untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Sebagaimana tertera dalam resolusi 1985/29 tanggal 29 Mei 1985, Dewan mengundang Majelis Umum untuk mempertimbangkan kemungkinan memasukkan dalam agenda sementara dari sesi ke empat puluh satu, sebuah item berjudul “Keluarga dalam proses pembangunan”, dengan maksud untuk mempertimbangkan suatu meminta Sekretaris Jenderal untuk memulai proses pengembangan kesadaran global tentang isu-isu yang terlibat, diarahkan ke Pemerintah, organisasi antar pemerintah dan non – pemerintah dan opini publik.

Kemudian, berdasarkan rekomendasi dari Komisi untuk Pembangunan Sosial, yang dirumuskan dalam putaran sesi ke-30, Majelis mengundang semua Negara untuk membuat pandangan mereka diketahui tentang kemungkinan proklamasi tahun internasional keluarga dan untuk menawarkan komentar dan proposal mereka.

Dewan juga meminta Sekretaris Jenderal untuk menyerahkan kepada Majelis Umum pada sesi keempat puluh tiga laporan komprehensif, berdasarkan komentar dan proposal Negara-negara Anggota mengenai kemungkinan proklamasi tahun seperti itu dan cara-cara lain serta cara untuk meningkatkan posisi. dan kesejahteraan keluarga dan mengintensifkan kerja sama internasional sebagai bagian dari upaya global untuk memajukan kemajuan dan perkembangan sosial.

Pada tanggal 25 September 2015, 193 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan suara bulat mengadopsi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, serangkaian 17 tujuan yang bertujuan untuk menghilangkan kemiskinan, diskriminasi, pelecehan dan kematian yang dapat dicegah, mengatasi perusakan lingkungan, dan mengantarkan era pembangunan untuk semua orang, di mana saja. Kebijakan dan program berorientasi keluarga dan keluarga sangat penting untuk pencapaian banyak dari tujuan ini

Sejarah Hari Keluarga Internasional di Indonesia

Pada tahun 1945 bangsa Indonesia telah menyatakan kemerdekaannya. Namun situasi bangsa ini belum begitu kondusif. Bahkan untuk mempertahankan kemerdekaan, diberlakukannya wajib militer bagi rakyat. Hal ini menjadikannya mereka berpisah dengan keluarga. Melalui perjuangan yang gigih, pada 22 Juni 1949 Belanda menyerahkan kedaulatan bangsa Indonesia secara utuh. Seminggu kemudian, tepatnya 29 Juni 1949, para pejuang kembali kepada keluarganya. Inilah yang melandasi lahirnya Hari Keluarga Nasional (Harganas).

Baca Juga : Sejarah Peringatan Hari Kemerdekaan Malaysia

Pada saat itu pengetahuan keluarga tentang usia nikah amat rendah disamping keinginan kuat untuk mengganti keluarganya yang gugur dalam peperangan, mengakibatkan perkawinan dini tinggi. Tentunya kesiapan yang kurang saat menikah dini sangat berpengaruh terhadap tingginya angka kematian ibu dan bayi ketika itu. Jika dilihat dalam sejarah bahwa tanggal 29 Juni 1970 merupakan puncak kristalisasi pejuang Keluarga Berencana untuk memperkuat program Keluarga Berencana (KB), sehingga tanggal tersebut dikenal dengan tanggal dimulainya Gerakan KB Nasional. Sejarah hari keluarga internasional itu sebagai hari kebangkitan keluarga nasional di Indonesia. Hari bangkitnya kesadaran untuk membangun keluarga ke arah keluarga kecil bahagia sejahtera melalui KB.

Hari keluarga nasional dimaksudkan untuk mengingatkan kepada seluruh masyarakat Indonesia akan pentingnya keluarga sebagai sumber kekuatan untuk membangun bangsa dan negara. Keluarga diharapkan menjadi sumber yang selalu menghidupkan, memelihara dan memantapkan serta mengarahkan kekuatan tersebut sebagai perisai dalam menghadapi persoalan yang terjadi.

Akhirnya, Sejarah Hari Keluarga Internasional di Indonesia mendapat legalitas. Pada 15 September 2014 melalui Keputusan Presiden RI Nomor 39 tahun 2014, anggal 29 Juni ditetapkan sebagai Hari Keluarga Nasional dan bukan hari libur.

Organisasi yang dibentuk Untuk memperingati Sejarah Hari Keluarga Internasional

1. Kantor Urusan Agama (KUA)

KUA di dalam pengertian masyarakat dikenal sebagai lembaga yang berperan penting dalam momen pernikahan. Ibaratnya membangun sebuah keluarga, dimulai dengan mengurusnya di lembaga ini. Namun ternyata fungsi KUA tidak hanya itu, tugas dan fungsi lainnya yaitu;

2. Pengadilan Agama

Pengadilan Agama berugas dan berwenang memeriksa, memutus dan menyelesaikan perkara-perkara di tingkat pertama dibidang : Perkawinan, Waris, Wasiat, Hibah Wakaf, Zakat, Infaq, Shadaqah, Ekonomi Syariah; memberikan keterangan, pertimbangan dan nasehat hukum.

Fungsi yang dimiliki pengadilan agama ialah menyelesaikan persoalan terkait keluarga dalam jalur hukum, misalnya adalah perceraian dalam istilah sosiologi dikenal dengan pengertian disorganisasi keluarga.

3. Lembaga Perlindungan Anak (LPA) 

Pembentukan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) sebagai salah satu upaya masyarakat dalam melaksanakan sebagian tugas dan peran pemerintah untuk turut serta melaksanakan pemenuhan hak-hak anak dalam rangka perlindungan anak.

Fungsi dari lembaga perlindungan anak adalah untuk dapat berkoordinasi dan bekerja sama dalam penanganan kasus anak yang membutuhkan perlindungan khusus.

4. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)

BKKBN memiliki kewenangan dalam melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pengendalian penduduk dan penyelenggaraan program keluarga berencana. BKKBN memiliki fungsi yaitu sebagai wadah untuk melakukan pembinaan, pembimbingan, dan memfasilitasi pengendalian penduduk dan penyelenggaraan fungsi-fungsi keluarga berencana

5. Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3)

Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga atau LK3 merupakan sebuah media konsultasi bagi individu maupun keluarga yang mengalami masalah sosial secara psikologis dalam keluargan, kemudian gangguan dalam melaksanakan peran dan fungsinya sebagai individu.

Baca Juga : Sejarah Peringatan Hari Surya Sedunia

6. Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK)

Kelompok PKK menjadi salah satu contoh lembaga non-formal yang membawa fungsi serta peran anggota keluarga di lingkungan eksternal. Fungsi dari adanya PKK adalah sebagai wadah program-program pembinaan agar membentuk keluarga yang sejahtera.

Demikianlah sejarah Hari Keluarga Internasional yang kita peringati setiap tanggal 15 mei dengan begitu kita dapat menambah pengetahuan kita. Jangan lupa tulis Kritik dan saran di kolom komentar ya!

Kang_Yush Penulis yang bingung dan lagi terobsesi merubah dunia lewat dunia pendidikan, wajahnya biasa aja tapi dia baik kok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *