Peringatan Hari Maritim Nasional, 21 Agustus 1945

  • 2 min read
  • Agu 11, 2020

Sejarah Maritim Indonesia – Hari spesial dan bersejarah pada tanggal 21 Agustus adalah peringatan hari maritim Indonesia. Tepat tanggal 21 Agustus 1945, 4 hari setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, terjadi sebuah peristiwa penting bagi Indonesia. Pada hari bersejarah itu, angkatan laut Indonesia berhasil mengambil alih kekuatan militer laut Jepang.

Sejarah Maritim di Indonesia

Sejarah Maritim di Indonesia disebut juga sebagai sejarah Bahari. Hal itu dikarenakan sepertiga wilayah Indonesia adalah bentangan perairan, baik itu laut, danau maupun sungai.

Laut sendiri memiliki peranan penting dalam dinamika politik dan masyarakat Indonesia. Bahkan sekarang laut bukan hanya sebagai pemisah daratan maupun berbagai pulau, tetapi juga sebagai pemersatu bangsa. Tak heran jika laut menjadi urat nadi penting dalam komunikasi antar tempat di nusantara.

Ditengah persaingan ekonomi bangsa yang semakin tajam, konsep Indonesia sebagai negara kepulauan (archipelagic state) perlu diseriuskan dan dimaksimalkan. Hal itu demi mempromosikan di kancah internasional.

Tepat tahun 1957, diadakan sebuah deklarasi Juanda. Pada saat itu, muncul sebuah gagasan tentang batas kedaulatan NKRI yaitu garis terluar dari batas pantai yang saling berhubungan dan tanpa celah. Gagasan tersebut menjadi jawaban terhadap pandangan Laut Beban yang menganggap bahwa perairan di seluruh dunia sebagai common property. 

Tahun 1980, kemudian muncul gagasan Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE). Dalam gagasan ini menyatakan bahwa setiap negara kepulauan diberikan kedaulatan untuk menggarap sumber daya maritimnya.

Peran Peraian Indonesia

Sebagai negara kepulauan, Indonesia menghubungkan 2 benua, yaitu Asia dan Australia. Hal itu menjadikan negara Indonesia menjadi daerah yang sangat strategis.

Baca Juga :  Institut Pertanian Bogor (IPB), 1 September 1963

Sebagai contoh, kawasan Laut Jawa terbentuk karena adanya perdagangan antara kawasan barat dan timur, yang melibatkan masyarakat Kalimantan Selatan, Jawa, Sulawesi, Sumatera dan Nusa Tenggara. Para masyarakat tersebut melakukan perdagangan rempah-rempah, kayu, beras dan sebagainya. Bahkan sebelum datangnya bangsa barat, kawasan Laut Jawa ini terintegrasi oleh pelayaran dan perdagangan. Sehingga letak strategis kepulauan Indonesia menjadi perlintasan penting dalam pelayaran regional maupun internasional.

Dengan adanya jaringan pelayaran tersebut, kepentingan ekonomi memainkan peranan penting. Dalam bidang pelayaran dan perkapalan, perdagangan tingkat internasional akan semakin ramai seiring dengan arus kemajuan teknologi. Tentu Indonesia sangat diuntungkan dalam kepentingan perekonomian tersebut. Apalagi kepulauan Indonesia terletak di antara silang pelayaran dan perdagangan antar wilayah yang berpusat di Kanton, negara Cina.

Pengetahuan Penting tentang Maritim Indonesia

Peringatan hari maritim ini mengingatkan kepada kekuatan angkatan laut RI yang berhasil melawan kekuasaan militer laut Jepang. Padahal waktu itu, militer Indonesia hanya menggunakan peralatan sederhana untuk mengalahkan Jepang yang sudah menggunakan peralatan yang lebih maju dan lebih mutakhir.

Selain itu, hari maritim Indonesia mengingatkan bahwa kelautan Indonesia sangat disegani oleh bangsa lain. Bukan hanya kekayaaan bawa laut, tetapi juga kekuatan maritim Indonesia.

Sejarah mencatat, kerajaan Sriwijaya dan Majapahit pernah menjadi pusat bidang maritim, kebudayaan dan agama di Asia. Namun, sejak kedatangan Belanja sebagai penjajah, Nusantara sebagai negara maritim mulai pudar. Belanda melarang untuk berdagang kepada kerajaan melalui laut dengan pihak lain. Karena waktu itu, Belanda lebih membutuhkan bidang agraris (perkebunan) yang menghasilkan produk seperti teh, kopi dan rempah-rempah.

Baca Juga :  Hari Kemerdekaan Moldova, 27 Agustus 1991

Selain itu, peringatan hari maritim juga menjadi pengingat bahwa hampir 75% wilayah Indonesia berupa laut. Bahkan secara geografis, Indonesia adalah negara kepulauan yang sepertiga nya berupa perairan. Tidak heran jika setiap pulau di Indonesia memiliki garis pantai yang mencapai 81.000 KM. Sehingga Indonesia menempati urutan ke-2 setelah Kanada sebagai negara yang memiliki garis pantai terpanjang di dunia.

Terakhir, peringatan hari maritim Indonesiamenjadi pengingat terhadap status negara kepulauan. Indonesia melalui perjalanan sejarah yang panjang untuk memperoleh status negara kepulauan. Hal itu diawali dengan Deklarasi Juanda 1957, yang diakui sebagai kebijakan kelautan Indonesia pertama kalinya.  Indonesia merasa bahwa kebijakan yang ada sudah tidak sesuai dengan konsep tanah air. Sehingga pada deklarasi tersebut, Indonesia menekankan keterpaduan tanah dan air sebagai kekuatan nasional bangsa Indonesia.