Pembahasan Lengkap tentang pengertian Puisi

  • 5 min read
  • Feb 16, 2021
Sastrawan Puisi Rengganis

SpecialDays.id – Halo sobat spesial pada kali ini kita akan membahasa tentang Tahukah kamu apa pengertian puisi?

Pengertian puisi yakni sesuatu buatan kesusastraan tertulis dimana isinya ialah pernyataan perasaan seorang penyair yang menggunakan bahasa yang bermakna semantis dan memiliki irama, rima, dan ritma dalam pembentukan baris serta baitnya.

Ada pula yang mengatakan penafsiran puisi merupakan sesuatu buatan kesusastraan yang isinya adalah ungkapan kata- kata bermakna kiasan dan penyampaiannya diiringi dengan rima, irama, baris dan bait disertai gaya bahasa.

Beberapa pakar modern mendeskripsikan apa itu puisi. puisi sebagai manifestasi angan- angan, curahan batin, dari seseorang penyair yang mengajak orang lain ke‘ dunianya’.

Walaupun bentuknya singkat dan padat, biasanya orang lain kesusahan untuk menarangkan makna puisi yang disampaikan dari setiap baitnya.

A. Pengertian puisi menurut beberapa ahli

1. H. B Jassin
Tahukah kamu apa itu puisi menurut H. B. Jassin?, pengertian puisi ialah suatu karya kesusastraan yang diucapkan dengan sebuah perasaan yang didalamnya mengandung suatu fikiran dan sebuah tanggapan.

2. Herman Waluyo
Tahukah kamu apa itu puisi menurut Herman Waluyo?, pengertian puisi yakni suatu karya kesusastraan yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif serta disusun dengan menekankan semua kekuatan bahasa dalam sebuah susunan fisik serta susunan batinnya.

3. Sumardi
Tahukah kamu apa itu puisi menurut Sumardi? Menurut sumardi pengertian puisi yakni karya kesusastraan dengan bahasa yang dipadatkan, dipersingkat, dan diberi irama dengan nada yang padu serta kata- kata bermakna kiasan( imajinatif).

4. Theodore Watts- Dunton
Menurut Theodore Watts- Dunton, pengertian puisi adalah suatu ekpresi yang kongkret dan bersifat artistik dari sebuah angan manusia dalam bahasa emosional serta berirama.

5. James Reevas
Menurut James Reevas, pengertian puisi yaitu ungkapan bahasa yang kaya dan penuh daya pikat.

6. Panuti Sudjiman
Menurut Panuti Sudjiman, pengertian puisi adalah suatu karya kesusastraan yang bahasanya terikat oleh suatu irama, matra, rima, dalam penyusunan baris serta baitnya.

B. Unsur – unsur puisi

Suatu puisi dibentuk oleh struktur batin dan struktur raga yang terdapat di dalamnya sehingga menjadi satu kesatuan. Tahukah kamu apa itu puisi jika dilihat dalam unsur unsurnya. Adapun unsur- unsur dalam puisi adalah sebagai berikut:

1. Tema atau Makna( sense)
Ini adalah unsur utama dalam puisi karena dapat menjelaskan makna yang ingin disampaikan oleh seorang penyair dimana medianya berupa bahasa.

2. Rasa( feeling)
Ini adalah sikap si penyair terhadap suatu masalah yang diungkapkan dalam puisi. Pada umumnya, ungkapan rasa ini sangat berhubungan dengan latar belakang si penyair, misalnya agama, pendidikan, kelas sosial, jenis kelamin, pengalaman sosial, dan lain- lain.

3. Nada( tone)
Nada merupakan sikap seorang penyair terhadap audiensnya dan sangat berhubungan dengan makna serta rasa. Melalui nada, seorang penyair dapat menyampaikan suatu pusi dengan nada memerintah, menasihati, memandang rendah, dan sikap lainnya pada audiens.

4. Tujuan( intention)
Tujuan atau makna atau amanat merupakan suatu pesan yang ingin disampaikan oleh si penyair pada audiensnya.

C. Struktur Fisik

Tahukah kamu apa itu puisi pada struktur fisiknya? struktur fisik suatu puisi disebut juga dengan metode penyampaian dasar suatu puisi, yang terdiri dari beberapa hal berikut ini;

1. Perwajahan Puisi( tipografi)
Tahhukah kamu apa itu puisi tipografi? tipografi adalah bentuk format suatu puisi, seperti pengaturan baris, tepi kanan- kiri, halaman yang tidak dipenuhi perkata. Perwajahan puisi ini sangat berpengaruh pada pemaknaan isi puisi itu sendiri.

2. Diksi
Tahukah kamu apa itu puisi Diksi? diksi adalah pemilihan kata yang dilakukan oleh seorang penyair dalam mengungkapkan puisinya sehingga didapatkan efek sesuai dengan yang diinginkan. Pemilihan kata pada puisi sangat berkaitan dengan makna yang ingin disampaikan oleh penyair.

3. Imaji
Imaji merupakan susunan kata dalam puisi yang dapat mengungkapkan pengalaman indrawi si penyair( pendengaran, pandangan, dan perasaan) sehingga dapat mempengaruhi audiens seolah- olah merasakan yang dirasakan si penyair.

4. Kata Konkret
Kata konkret merupakan wujud kata yang bisa ditangkap oleh indera manusia sehingga memunculkan imaji. Kata- kata yang digunakan biasanya berupa perumpamaan( imajinatif), misalnya penggunaan kata“ salju” untuk menjelaskan kebekuan jiwa.

5. Gaya Bahasa
Gaya bahasa merupakan penggunaan bahasa yang dapat memunculkan efek serta konotasi tertentu dengan bahasa figuratif sehingga mengandung banyak makna. Gaya bahasa ini disebut juga dengan majas( metafora, ironi, repetisi, pleonasme, dan lain- lain).

6. Rima atau Irama
Irama atau rima yaitu adanya persamaan bunyi dalam penyampaian puisi, baik di awal, tengah, maupun di akhir puisi. Beberapa bentuk rima ialah;

a. Onomatope, ialah tiruan terhadap suatu bunyi. Misalnya‘ ng’ yang memiliki efek magis.

b. Bentuk internal pola bunyi, yaitu aliterasi, asonansi, persamaan akhir, persamaan awal, sajak berselang, sajak berparuh, sajak penuh, repetisi, dan sebagainya.

c. Pengulangan kata, yaitu pemilihan tinggi- rendah, panjang- pendek, keras- lemah suatu bunyi.

D. Jenis – Jenis Puisi

Tahukah kamu apa itu puisi pada Jenis- jenisnya? puisi dapat dikelompokkan berdasarkan jamannya.

Mengacu pada pengertian puisi di atas, berikut ini merupakan beberapa jenis puisi tersebut:

1. Puisi Lama
Tahukah kamu apa itu puisi lama? puisi lama merupakan puisi yang masih terikat oleh berbagai aturan seperti;

jumlah kata dalam baris puisi, jumlah baris dalam satu bait puisi, persajakan, jumlah suku kata dalam setiap baris, irama puisi
Beberapa yang termasuk dalam puisi lama diantaranya adalah;

a. Mantra, ialah ucapan- ucapan yang diyakini mempunyai kekuatan sihir.

b. Pantun, ialah bentuk puisi lama yang terdiri atas 4 baris dengan rima akhir ab- ab.

c. Karmina, ialah pantun cepat dimana bentuknya lebih pendek dari pantun.

d. Seloka, ialah pantun berkait yang berasal dari Melayu klasik yang berisi pepatah.

e. Gurindam, ialah puisi yang terdiri dari 2 bait, tiap bait terdiri dari 2 baris kalimat dengan rima yang sama.

f. Syair, ialah puisi yang terdiri dari 4 baris dengan bunyi akhiran yang sama.

g. Talibun, ialah pantun yang lebih dari 4 baris serta memiliki irama abc- abc.

2. Puisi Baru
Tahukah kamu apa itu puisi baru? puisi baru adalah tipe puisi yang lebih bebas dibandingkan puisi lama, baik dalam jumlah baris, suku kata, maupun rima.

Baca juga : Pengertian Soiologi Agama 

Beberapa yang termasuk dalam puisi baru antara lain adalah;

a. Balada, sajak sederhana yang menceritakan tentang cerita rakyat yang mengharukan, yang terkadang dinyanyikan atau disajikan dalam bentuk percakapan.

b. Himne( gita puja), ialah sejenis nyanyian pujaan, biasanya pujaan ditujukan untuk Tuhan atau Dewa.

c. Ode, ialah puisi lirik berisikan sanjungan terhadap orang yang berjasa dengan nada agung dan tema serius.

d. Epigram, yakni puisi yang berisi tentang tuntunan atau ajaran hidup.

e. Romansa, ialah jenis puisi cerita yang berisi luapan perasaan cinta kasih.

f. Elegi, ialah puisi atau nyanyian yang mengandung ratapan dan ungkapan dukacita, khususnya pada peristiwa kematian.

g. Satire, ialah puisi yang menggunakan gaya bahasa yang berisi sindiran atau kritik dan disampaikan dalam bentuk ironi, sarkasme, atau parodi.

h. Distikon, ialah puisi yang tiap- tiap baitnya terdiri dari 2 baris( puisi 2 seuntai).

i. Terzina, ialah puisi yang tiap- tiap baitnya terdiri dari 3 baris( puisi 3 seuntai).

j. Kuatren, ialah puisi yang tiap- tiap baitnya terdiri dari 4 baris( puisi 4 seuntai).

k. Kuint, ialah puisi yang tiap- tiap baitnya terdiri dari 5 baris( puisi 5 seuntai).

l. Sekstet, ialah puisi yang tiap- tiap baitnya terdiri dari 6 baris( puisi 6 seuntai).

m. Septima, ialah puisi yang tiap- tiap baitnya terdiri dari 7 baris( 7 seuntai).

n. Oktaf atau Stanza, ialah puisi yang tiap- tiap baitnya terdiri dari 8 baris( puisi 8 seuntai).

o. Soneta, ialah puisi yang terdiri dari 14 baris yang dibagi menjadi 2, dimana 2 bait pertama masing- masing 4 baris dan 2 bait kedua masing- masing 3 baris.

3. Puisi Kontemporer
Tahukah kamu apa itu puisi kontemporer? puisi kontemporer merupakan jenis puisi yang berusaha keluar dari ikatan konvensional puisi itu sendiri.

Jenis puisi ini selalu menyesuaikan dengan kemajuan zaman dan tidak lagi mementingkan tentang irama, gaya bahasa, dan hal- hal lainnya yang biasanya ada pada puisi lama serta baru.

Beberapa yang termasuk dalam puisi kontemporer diantaranya yaitu;

a. Puisi mantra, puisi yang mengambil sifat- sifat dari mantra.

b. Puisi mbeling, puisi yang sudah tidak mengikuti aturan serta ketentuan umum dalam puisi.

c. Puisi konkret, puisi yang lebih mengutamakan bentuk grafis( paras dan bentuk lain) dan tidak sepenuhnya memakai bahasa sebagai alat.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.