Hari Puisi: inilah 8 Cara Membuat Puisi yang Baik dan Benar

  • 5 min read
  • Sep 16, 2020

Specialdays.Id – Halo, sahabat spesial ngebahas masalah puisi nih udah tau belum apa itu puisi? yup, Puisi merupakan karya sastra belakangan ini yang banyak digemari orang. Umumnya orang yang menyukai mulai dari usia belia, remaja sampai orang tua. Para pecinta sastra pasti sudah tak asing lagi untuk mengenali apa itu puisi, Berikut ini cara membuat puisi.

Puisi adalah salah satu sastra yang sering digunakan untuk menyampaikan pesan. Isi dari puisi ini bisa berupa suatu ungkapan atau sebuah pesan dari seseorang ke orang lain atau ke khalayak yang biasa disebut amanat. Menulis puisi merupakan salah satu bentuk ekspresi yang diungkapkan oleh penulis, bisa bersumber dari inspirasi atau gagasan pikiran penulis. Indonesia memiliki sejumlah sastrawan puisi yang terkenal, seperti Sapardi Djoko Damono, Chairil Anwar ataupun WS. Rendra. Puisi-puisi indah dapat tercipta dari tangan mereka. Seperti puisi “Aku ingin” dari Sapardi Djoko ataupun puisi ‘Sajak Putih” dari Chairil Anwar.

pilihan kata yang terdapat dalam puisi begitu indah dan menyentuh hati. Pastinya dalam setiap pembuatannya terdapat aturan tertentu. Di antaranya yaitu rima, jumlah baris, dan juga makna yang tersirat di dalam puisi tersebut. Dalam arti lain, puisi mengutamakan bunyi, struktur dan maknanya agar kata yang puitis tersebut bisa dinikmati.

Baca Juga : 25 Quoes Cinta Bahasa Jawa yang bisa membuat Hatimu Ambyar

nah, bagi kamu yang ingin membuat puisi yuk simak pemabahasan tentang Cara Membuat Puisi yang baik dan benar. lets Go!

1. Mencari Ide atau Inspirasi 

Untuk mendapatkan ide, kamu harus mencari inspirasi dari orang sekitar atau keresahan yang sedang kamu alami. Misal kamu sedang jatuh cinta dengan seseorang, jadikanlah orang tersebut inspirasi kamu dalam menulis puisi. Apapun yang sedang kamu rasakan bisa dijadikan sebuah puisi. Jika kamu bingung bagaimana cara membuat puisi dengan mencari inspirasi terlbih dahulu. Kamu bisa mencari inspirasi dari lingkungan sekitarmu, dari cerita temanmu, dari pengalaman pribadimu. Memejamkan mata, berjalan di taman, menikmati pemandangan bisa menjadi salah satu sumber ide pembuatan puisi muncul.

Baca Juga :  e- journal: Gender dalam perspektif Bimbingan dan Konseling Islam

2. Menentukan Tema atau KeyWord (Kata Kunci)

Setelah kamu menemukan suatu Inspirasi untuk puisimu, cara membuat puisi yang kedua dengan menentukan tema dan keyword (Kata Kunci) dalam puisimu. Misalnya puisi tentang perasaan cinta seseorang yang sangat dalam. Usahakan untuk lebih spesifik agar pembuatan bait puisi kamu berada dalam jalur yang sesuai dengan tema. Setelah itu kamu bisa mencari kata kunci (keyword) apa yang berhubungan dengan tema tersebut. Misalkan keabadian, kamu bisa mengembangkan kata itu dalam beberapa larik puisi.

3. Mulailah Menulis Puisimu

Cara membuat puisi yang ketiga yaitu mulailah menulis. Puisi dapat dimulai dari penggalan bait yang terlintas dalam pikiranmu begitu saja. Cobalah untuk menuliskannya kemudian kembangkan tulisanmu menjadi larik-larik puisi seperti hal yang telah dijelaskan di atas tadi. Puisi menjadi bait-pait hingga menjadi satu puisi yang utuh dan bermakna. Ingat kamu tidak sedang menulis surat ataupun sebuah artikel. Jadi usahakan tulisan puisi kamu untuk ringkas, padat dan indah.

4. Gunakan Gaya Bahasa ( Majas ) yang mudah di pahami

Selanjutnya mulailah menulis ide yang sudah kamu dapatkan di kertas. Biasanya pada tahap ini kamu bisa menggunakan gaya bahaya yang disebut majas. Majas berfungsi membuat puisi kamu lebih memiliki makna. Dengan menggunakan gaya bahasa yang menarik. Salah satunya gaya bahasa yang bisa kamu gunakan adalah majas. Ada berbagai macam majas yang bisa kamu gunakan seperti majas perbandingan, personifikasi, atau majas metafora. Berikut ini macam – macam Majas :

Majas Personifikasi yaitu Majas personifikasi menggunakan gaya bahasa yang ungkapannya seakan menggantikan fungsi benda mati yang dapat bersikap seperti manusia. Contoh Pensil itu menari –nari di atas kertas untuk menghasilkan gambar yang begitu indah.

Majas Metafora yaitu Majas metafora adalah suatu majas yang menggunakan sebuah objek yang bersifat sama dengan pesan yang ingin disampaikan, melalui suatu ungkapan. contoh Lily adalah anak emas di keluarga besar Pak Badar.

Majas asosiasi adalah majas yang menggunakan ungkapan dengan membandingkan dua objek berbeda, namun dianggap sama, yang dilakukan dengan pemberian kata sambung bagaikan, bak, atau seperti. contoh Meskipun bukan saudara kembar, tapi kakak beradik itu bak pinang dibelah dua

Baca Juga :  Kupas tuntas mengenai Fakta Virus Corona

Majas hiperbola adalah majas yang mengungkapkan sesuatu dengan kesan yang berlebihan, dan bahkan membandingkan sesuatu dengan cara yang hampir tidak masuk akal. contoh Kakek itu bekerja banting tulang siang malam untuk menghidupi cucu –cucunya.

Baca Juga : 25 Quotes Cinta dalam Diam cocok buat kamu yang Malu Ungkapin Cinta

Majas eufemisme adalah majas dengan gaya bahasa yang menggantikan kata-kata yang dianggap kurang baik ata kurang etis, dengan padanan kata yang lebih halus dan bermakna sepadan. contoh Perusahaan ayurveda mengeluarkan kebijakan untuk memberikan kuota pekerjaan khusus bagi kaum difabel.

Majas metonimia adalah majas yang menggunakan gaya bahasa dengan menyandingkan merek atau istilah tertentu yang sudah populer, untuk merujuk benda yang sebenarnya lebih umum. contoh Agar gigi bersih, kita harus rajin menggosok gigi dengan odol.

Majas Simile ini bisa dikatakan menyerupai majas asosiasi yang menggunakan kata hubung berupa : bak, bagaikan, atau seperti. contoh Setelah kehilangan kakaknya, Dito bagaikan anak ayam kehilangan induknya, selalu kebingungan.

5. Gunakan Diksi dan Rima yang Pas

Cara membuat puisi yang keempat ialah pemilihan diksi dan rima. Diksi atau pemilihan kata menjadi kunci dalam cara membuat puisi. Puisi bagus tentunya terdiri dari pemilihan kata yang sederhana namun bermakna. Kamu juga bisa menggunakan diksi dengan kata yang jarang di dengar dalam dialog sehari-hari, tetapi tidak menutup kemungkinan dengan menggunakan diksi kata-kata yang sering digunakan dalam sehari-hari. Puisi akan terlihat lebih menarik dengan rima a-b-a-b, ataupun rima yang lain. Rima sangat berguna untuk pembacaan puisi yang lebih tertata. Pembuatan rima bisa merangsang sisi kreativitas untuk mencari kata-kata lain agar dapat memenuhi lantunan di kata sebelumnya.

Contoh puisi dengan Sajak ab ab

Surgamu TuhanJudul

Laksana mentari di pagi hari – sajak a

Terbit tersenyum berikut kehangatan – sajak b

Bak embun Pagi yang  sejuk  suci – sajak a

Cintamu padaku tak ada penghabisan – sajak b

Laksana bintang dilangit malam – sajak a

Yang selalu menjaga, melindungiku – sajak b

Baik setitik cahaya dimalam kelam – sajak a

Nasehatimu penuh sungguh menuntunku – sajak b

Tuhan , kupinta surga pada-mu – sajak a

Untuk ayah ibu tercinta – sajak b

Balasan mulia dari sisi-mu – sajak a

Atas segala kasih sayang mereka – sajak b

Tuhan, terimalah amal ibadah mereka – sajak a

Berikanlah rahmat dan cintamu-mu – sajak b

Harap bahagia dunia akhiratnya – sajak a

Selalu kupinta dalam sujud malamku – sajak b

6. Menambahkan Judul pada Puisi

Setelah puisi selesai ditulis, langkah selanjutnya tentukan judul yang sesuai untuk puisi kamu. Biasanya kamu akan mendapatkan judul saat puisi selesai ditulis.

Baca Juga :  3 Teks Pidato tentang Pendidikan yang Terbaru di 2020

7. Buat Kalimat penutup pada Puisi

Puisi biasanya akan lebih mengena jika ditutup dengan akhiran yang dramatis dan ‘menusuk’ pembacanya, memungkinkan puisi agar bisa dibaca lebih dari satu kali. Pemilihan akhir puisi ini menjadi taktik yang bisa dimanfaatkan sebagai ungkapan ‘save the best for the last’, atau ‘siapkan yang terbaik di bagian akhir’.

Baca Juga : 11 Quotes Cinta yang berbahasa inggris Cocok buat kamu yang suka Bucin

Selain dengan dramatis, kita juga bisa melebarkan kreativitas dan memilih akhir puisi yang justru tidak dapat dibayangkan oleh pembaca kita, atau membuat sebuah twist di akhir.

Jikapun tidak memiliki akhiran dramatis, kita harus bisa mengimbangi susunan puisi di awal, sehingga tidak menyebabkan ketimpangan yang membuat puisi kita justru jadi kehilangan maknanya sepenuhnya. Alur penuturan puisi diusahakan agar mengalir tetapi konstan berfokus pada hal yang ingin kita bicarakan, ditutup pula dengan alur yang sama.

8. Baca Ulang untuk mengoreksi keterbacaan

Karena karakteristik utama puisi adalah penuh dengan bahasa kiasan, kita sebagai pembaca memang seringkali nyaris tidak dapat menghindari kebingungan tersendiri ketika selesai membaca puisi. Akan tetapi, puisi tidak hanya berkisar pada majas dan ungkapan yang terlalu banyak tanpa makna berarti. Puisi tetap harus mempunyai makna tersendiri, yang konsisten dan koheren. Oleh karena itu, Bacalah secara terus menerus puisi yang kamu buat hingga menurut kata hatimu pas dan enak di baca terutama untuk diresapi.

Oke sob, mungkin itu saja cara membuat Puisi yang sudah penulis sampaikan kepadamu, selanjutnya silahkan di coba ya! kalau boleh nih tulis puisi kamu di kolom kometar biar juga terekpose heheh.. selamat mencoba

Specialdays.id
Kunjungi Web Edukatif dan Inspiratif

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *