Sejarah dan Keutamaan Malam Nuzulul Qur’an, 9 mei 2020

  • 4 min read
  • Jul 18, 2020

Specialdays.id – Pada bulan ramadhan terdapat salah satu malam istimewa yang keutamaannya tiada tara dari pada seribu bulan, apakah itu? Itu adalah malam Nuzulul Qur’an, berikut ini adalah penjelasan mengenai Sejarah dan keutamaan Nuzulul Qur’an berdasarkan beberapa Hadist dan ayat Al qur’an.

Pada bulan ramadhan memperingati malam nuzulul quran yaitu pada malam ke 17 ramadhan dimana pada malam itu adalah malam awal dirunkannya Al Qur’an ke dunia, berikut ini Sejarah dan keutamaan nuzulul qur’an.

Baca Juga : Sejarah Peringatan Hari Besar 5 Agama di dunia

Pengertian Malam Nuzulul Qur’an

Menurut bahasa pengertian Nuzulul Quran ialah suatu peristiwa penting pada saat diturunkannya Al-Quran kepada Rasulullah SAW melalui Malaikat Jibril dengan berangsur-angsur berawal dari Lauh Mahfuzh ke Baitul Izzah yang berkisar sekitar 22 Tahun 2 bulan 22 Hari.

Didalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 185 menerangkan bahwa kalangan ulama sepakat berpendapat bahwa jatuh pada bulan Ramadhan. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Quran Q.S Al Baqarah ayat 185 sebagai berikut.

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Artinya :

(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (Q.S Al Baqarah :185)

Baca Juga : Quotes dan Kartu Ucapan Malam Nuzulul Qur’an

Sejarah Turunnya Al Qur’an (Nuzulul Qur’an)

Menurut sejarah islam Al – Qur’an diturunkan oleh Allah SWT melalui Malaikat Jibril kepada Muhammad SAW di Gua Hiro, Mekkah, Arab Saudi. Setelah itu Alquran turun berangsur-angsur selama kurang lebih 23 tahun. Sebagian meriwayatkan Alquran turun selama 22 tahun 2 bulan 22 hari.

Selama itu, Alquran difirmankan Allah kepada Muhammad sebanyak 30 juz atau 114 surat atau sekitar 6666 ayat. Alquran turun di dua tempat, yaitu di Mekkah (yang kemudian ayatnya disebut Makkiyah) dan Madinah (disebut ayat Madaniyah).

Wahyu pertama yang turun adalah Surat Al ‘Alaq ketika Nabi Muhammad berusia 40 tahun pada tanggal 17 Ramadhan di Gua Hira. Wahyu yang selanjutnya di turunkan jedanya selama 3 tahun.

Berdasarkan sejarah lokasi penurunannya di bagi menjadi dua, yaitu di Makkah dengan jumlah 86 surat yang diturunkan selama 13 tahun, dan digolongkan ke dalam surat Makiyyah. Serta di Madinah dengan jumlah 28 surat yang diturunkan selama 10 tahun dan di golongkan ke dalam surat Madaniyyah.

Sejarah Periodisasi diturunkannya Al Quran (Nuzulul Qur’an)

Periode Makkah pertama

Pada periode mekkah pertama berjalan selama 4 sampai dengan 5 tahun. Pada masa ini, dakwah Islam masih terbatas pada ruang lingkup yang kecil, dan ayat yang diturunkan pun pada umumnya membahas tentang pelajaran bagi Rasulullah untuk membentuk kepribadiannya, pembahasan tentang dasar-dasar akhlak Islamiyah, pengetahuan tentang sifat Allah serta bantahan mengenai pandangan hidup di masyarakat Jahiliyah kala itu.

Periode Makkah kedua

Pada periode Makkah kedua berlangsung selama 4 sampai dengan 9 tahun. Pada masa ini dakwah Islam sudah mulaiterbuka. Masyarakat Makkah sudah mulai berfikir untuk menghalangi dakwah.

Ayat-ayat yang diturunkan pada masa ini umumnya tentang kewajiban sebagai seorang muslim, pembaasan tentang ke esaan Allah, pembahasan tentang hari kiamat, serta ancaman dan kecaman kepada orang musyrik yang mempunyai prilaku buruk.

Periode Madinah

Pada periode Madinah terjadi selama 10 tahun. Saat itu Rasulullah mulai hijrah dari Makkah ke Madinah, dan masyarakat sekitar mulai terbentuk keimanannya. Disana, masyarakat Yahudi dan Islam hidup berdampingan, namun seiring berjalannya waktu, kaum Yahudi pun mulai ikut menentang dakwah Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga : Macam – Macam Perayaan Hari Besar Agama Islam

Keutamaan pada Malam Nuzulul Qur’an

 

1. Lailatul Qadar adalah Malam Nuzulul Qur’an

إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْر

“Kami telah menurunkan Al Qur’an ini pada malam ‘Lailatul Qadar’.” (QS Al Qadr: 1).

2. Ibadah pada Malam Nuzulul Qur’an adalah Lebih Baik dari 1000 Bulan

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْر

“Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan.” (Al Qadr: 3).

3. Para Malaikat dan Jibril Turun untuk Mengatur Segala Urusan

تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ

“Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.” (Al Qadar: 4).

4. Nuzulul Qur’an adalah Malam Kesejahteraan

Para malaikat pun memberikan salam kepada kaum Mukminin mereka sampai terbit fajar.

سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

“Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (Al Qadar: 5).

5. Nuzulul Qur’an adalah Malam yang Penuh Berkah

إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُّبَارَكَةٍ

“Kami telah menurunkan Al-Qur’an ini pada malam yang penuh berkah.” (QS Ad Dukhan: 2).

6. Nuzulul Qur’an adalah Malam Penetapan Takdir Seluruh Makhluk dalam satu tahun

فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ

“Pada malam itu ditetapkan segala urusan yang penuh hikmah.” (QS Ad Dukhan: 3).

7. Allah akan mengampuni Dosa di Masa Lalu

Akan Allah ampuni Dosa – Dosa dimasa lampau bagi orang yang beribadah pada malam Nuzulul Qur’an dengan Ikhlas dan Iman
Dalilnya adalah sabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam:

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيْمَانًا وَاحْتِسَاًبا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barang siapa yang bangun (untuk beribadah) pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan keikhlasan, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lampau.” (HR Bukhari dan Muslim)

Ibadah yang di utamakan di Malam Nuzulul Qur’an

1. Membaca Al Qur’an

Sebagaimana disampaikan oleh Sahabat Abdullah bin Abbas yang diriwayatkan oleh Bukhari, “Dahulu, Malaikat Jibril senantiasa menjumpai Rasulullah SAW pada setiap malam Ramadhan, dan selanjutnya ia membaca Al Quran bersamanya.” (H.R Bukhori)

2. Mentadabur Al Qur’an

Rasulullah SAW pun mengajarkan para umat muslim untuk mempelajari arti dan makna setiap ayat yang tertulis pada lembarannya. Inilah yang dimaksud dengan tadabur Quran.

3. Shalat Lail atau Shalat Malam

Sebagaimana Hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari dari Abu Hurairah, “Barangsiapa melaksanakan salat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (H.R Bukhori)

4. I’tikaf atau Berdiam Diri

Berdiam diri disini bukan berarti kamu hanya termenung dan tidak melakukan apa-apa. Kamu bisa menunaikan salat sunah dua rakaat, melanjutkan membaca Al Quran, mempelajari maknanya, mempelajari tajwid, atau berzikir dan berdoa memohon ampunan atau apa saja yang sedang kamu fikirkan.

Demikianlah Sejarah dan keutamaan Nuzulul Qur’an yang dapat saya paparkan semoga dalam Nuzulul Qur’an nanti kita sama – sama mendapat pahala berdasarkan sejarah dan keutamaan Nuzulul Qur’an, selamat beribadah dan semoga artikel Sejarah dan Keutamaan nuzulul qur’an ini bermanfaat. Saran dan kritik tulis di kolom komentar ya..

 

2

Baca Juga :  25 Kata ucapan Selamat dan Quotes Malam Nuzulul Qur'an
Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *