27 April : Sejarah Hari Pemasyarakatan Indonesia

  • 4 min read
  • Apr 01, 2021

Specialdays.id – Halo sobat udah tau belum Peringatan Hari Permasyarakatan Indonesia atau Hari Bhakti Pemasyarakatan tidak bisa dilepaskan dari sejarah 55 tahun silam.

Peringatan Hari Permasyarakatan Indonesia Adalah berasal dari gagasan Menteri Kehakiman Prof Sahardjo SH kala itu yang menggagas konsep pemasyarakatan pertama kali di Indonesia. Beliau menyatakan bahwa tugas jawatan kepenjaraan bukan hanya melaksanakan hukuman, melainkan tugas yang jauh lebih berat adalah mengembalikan orang-orang yang dijatuhi pidana ke dalam masyarakat.

Baca Juga : Sejarah Peringatan Hari Kemerdekaan negara Malaysia

A. Periodisasi Perkembangan Pemasyarakatan di Indonesia

Di indonesia mengalami beberapa pergantian tentang pengembangan pemasyarakatan, terutama pada dasar tentang berlakunya sistem pemasyarakatan tersebut berikut ini perkembangan periodisasi pemasyarakatan di indonesia :

1. Periode Indonesia – Eropa (1872-1905)

Pada periode ini, ada dua jenis hukum pidana, yaitu untuk orang Indonesia dan Eropa. Adapun, hukum pidana bagi orang Indonesia (KUHP 1872), yaitu pidana kerja, pidana denda, dan pidana mati. Sementara, hukum pidana bagi orang Eropa (KUHP 1866 ) adalah pencabutan kemerdekaan berupa pidana penjara dan kurungan. Bedanya, hukuman pidana bagi orang Eropa dengan tembok, sementara orang Indonesia terlihat oleh umum.

2. Periode Wetboek Van Strafrecht (1905-1921)

Periode ini memberlakukan Wetboek Van Strafrecht Voor Nederlandsch Indie (KUHP 1918). Periode ini menempatkan para narapidana untuk melakukan kerja paksa di pusat penampungan wilayah. Adapun, pidana kerja lebih dari satu tahun berupa kerja paksa di luar daerah tempat asal narapidana dengan atau tanpa dirantai. Namun, pada 1905 muncul kebijaksanaan baru bahwa kerja paksa harus dilakukan di lingkungan tempat asal nara pidana.

3. Periode Hindia – Belanda (1921-1942)

Periode ini berlaku setelah periode penggunaaan  Wetboek Van Strafrecht Voor Nederlandsch Indie (KUHP 1918). Pada periode ini, muncul perubahan sistem yang diberlakukan oleh Hijmans, kepala urusan kepenjaraan Hindia Belanda. Ia hendak menghapuskan sistem penjara pusat dan mengusulkan pemisahan antara terpidana dewasa dan anak-anak serta terpidana wanita dan pria.

4. Periode Jepang (1942-1945)

Pada periode ini, perlakuan narapidana harus berdasarkan reformasi atau rehabilitasi. Namun, pada kenyataannya malah mengeksploitasi manusia. Perlakuan narapidana pada masa pendudukan Jepang merupakan lembaran sejarah hitam dalam sejarah kepenjaraan Indonesia.

5. Periode kemerdekaan Indonesia

Periode ini meliputi dua tahap, yaitu perebutan kekuasaan dari Jepang dan perlawanan terhadap Belanda untuk mempertahankan RI. Selama periode ini ditandai adanya penjara darurat yang didirikan di tempat pengungsian.
Penjara ini dijadikan tempat tahanan orang yang dianggap sebagai mata-mata musuh. Selain itu, ada juga pengadilan darurat. Fungsi keduanya untuk membuktikan kepada dunia bahwa pemerintah RI secara de jure dan de facto.

B. Tujuan diadakannya Pemasyarakatan di Indonesia

Menurut UU No. 12 Tahun 1995 tentang pemasyarakatan pasal 2, tujuan pemasyarakatan adalah sistem pemasyarakatan diselenggarakan dalam rangka membentuk warga Binaan Pemasyarakatan agar menjadi manusia seutuhnya, menyadari kesalahan, memperbaiki diri dan tidak mengulangi tindakan pidana sehinga dapat kembali diterima di masyarakat, sehingga dapat berperan kembali sebagai anggota masyarakat yang bebas dan bertanggunjawab.

C. Fungsi Pemasyarakatan di Indonesai

Berdasarkan UU No. 12 Tahuun 1995 tentang Pemasyarakatan pasal 3 disebutkan bahwa fungsi Pemasyarakatan adalah menyiapkan warga binaan pemasyarakatan (narapidana, anak didik dan klien pemasyarakatan ) agar dapat berintegrasi secara sehat dengan masyarakat, sehingga dapat berperan kembali sebagai anggota masyarakat yang bebas dan bertanggung jawab.

Baca Juga : Sejarah Peringatan Hari Kekayaan Intelektual sedunia

D. Konsep Pemasyarakatan di Indonesia

Konsep pemasyarakatan merupakan pokok-pokok pikiran Dr. Saharjo , SH Yang dicetuskan pada penganugerahan gelar Doktor Honoris Cousa (Dr.(HC)) oleh Universitas Indonesia. Pokok-pokok pikiran tersebut kemudian dijadikan prinsip-prinsip pokok dari konsep pemasyarakatan pada konfrensi Dinas Derektorat Pemasyarakatan di Lembang Bandung pada tanggal 27 April – 7 Mei 1974.

Didalam konfrensi ini dihasilkan keputusan bahwa pemasyarakatan tidak hanya semata-mata sebagai tujuan dari pidana penjara, melainkan merupakan sistem pembinaan narapidana dan tangaal 27 April 1964 dan juga ditetapkan sebagai peringatan hari pemasyarakatan indonesia.

E. Periodisasi Kurun waktu pemasyarakatan RI

Periodisasi kurun waktu pemasyarakatan RI di bagi menjadi 3 periode yaitu :

1 . Periode pemasyarakatan Republik Indonesia ke I (1945-1950)

Periode ini meliputi 2 tahap yaitu tahap perebutan kekuasaan dari tangan tentara Jepang, perlawanan terhadap usaha penguasaan kembali oleh Belanda dan tahap mempertahankan eksistensi RI. Periode ini ditandai dengan adanya penjara-penjara darurat yaitu penjara yang berisi beberap orang terpidana yang dibawa serta mengungsi oleh pimpinan penjaranya. Pada umumnya didirikan pada tempat-tempat pengungsian, sebagai tempat menahan orang yang dianggap mata-mata musuh. Adanya penjara darurat dan pengadilan darurat dimaksudkan sebagai bukti kepada dunia luar bahwa pemerintah RI secara de jure dan de facto tetap ada.

2. Periode pemasyarakatan Republik Indonesia Ke II (1950 -1960)

Periode ini ditandai dengan adanya langkah-langkah untuk merencanakan reglement Penjara yang baru sejak terbentuknya NKRI. Pada periode ini telah lahir adanya falsafah baru di bidang kepenjaraan yaitu resosialisasi yang pada waktu itu dinyatakan sebagai tujuan yang modern di dunia kepenjaraan internasional

3. Periode Pemasyarakatan Republik Indonesia ke III (1960-1963)

Periode ini merupakan periode pengantar dari periode pemasyarakatan berikutnya. Periode ini ditandai dengan adanya kebijaksanaan kepemimpinan kepenjaraan yang berorientasi pada pola social defense yang dicanangkan oleh PBB yaitu integrasi karya terpidana dalam ekonomi nasional, bentuk baru kenakalan remaja dan penanganan jenis-jenis kejahatan yang diakibatkan oleh perubahan-perubahan sosial dan yang menyertai perkembangan ekonomi. Pembinaan menjelang bebas dan perawatan susulan serta pemberian bantuan kepada keluarga terpidana.

F. Sistem Lembaga Pemasyarakatan RI

Periodisasi atau sejarah sistem lembaga pemasyarakatan RI dibagi menjadi 3 tahapan yaitu:

1. Tahap sebelum merdeka / Hilang Kemerdekaan (1872-1945)

Tujuan dari tahap ini membuat jera narapidana agar bertobat sehingga tidak melanggar hukum lagi. Sistem pidananya merupakan pidana hilang kemerdekaan dengan ditempatkan disuatu tempat yang terpisah dari masyarakat yang dikenal sebagai penjara.

2. Tahap Pembinaan pelaku (1945-1963)

Tujuan dari tahap ini membuat jera narapidana agar bertobat sehingga tidak melanggar hukum lagi. Sistem pidananya merupakan pidana hilang kemerdekaan dengan ditempatkan disuatu tempat yang terpisah dari masyarakat yang dikenal sebagai penjara.

Baca Juga : Sejarah dan Perhitungan Kalender Gregorian

3. Tahap pembinaan masyarakat (1963 – sekarang)

Tahap ini bertujuan membina narapidana agar dapat menjadi anggota masyarakat yang berguna. Sistem pidananya merupakan pidana pemasyarakatan yang mempunyai akibat tidak langsung yaitu berkurangnya kebebasan supaya bisa dimasyarakatkan kembali. Ditempatkan di suatu tempat tertentu yang terpisah dari masyarakat tetapi mengikutsertakan masyarakat dalam usaha pemasyarakatan tersebut.

Sedangkan untuk usaha perlindungan terhadap masyarakat lebih ditekankan pada segi keamanan LP sesuai dengan fungsi, jenis dan kebutuhannya. Seseorang disebut narapidana apabila telah melalui serangkaian proses pemidanaan sehingga menerima vonis yang dijatuhkan atas dirinya.

Itulah pembahasan mengenai sejarah hari pemasyarakatan di indonesia, pemasyarakatan memang sangat penting bagi suatu negara karena disitulah letak negara dapat mengayomi hak – hak warga negara. -Selamat Hari Pemasyarakatan- jangan lupa tinggalkan kritik dan saran di kolom komentar ya!