Hari Kemerdekaan Swaziland (Eswatini), 6 September 1968

  • 2 min read
  • Okt 14, 2020

Sejarah Kerajaan Swaziland (Eswatini) – Tahukah Anda bahwa hari ini 6 september, salah satu negara kecil di Afrika sedang merayakan hari kemerdekaan? Sejarah hari ini, 6 September adalah hari spesial bagi kerajaan Swaziland (Eswatini) yang merdeka dari pemerintah kolonial Inggris. Tepat pada hari kemerdekaan ke-50 (tahun 2018), Raja Swaziland mengumumkan perubahan nama negara menjadi Eswatini. Yuk simak sejarah Hari Kemerdekaan Kerajaan Swaziland (Eswatini)!

Sejarah Kerajaan Swaziland

Kerajaan Eswatini atau Kerajaan Swaziland adalah negara kecil di selatan Afrika, tepatnya di sebelah barat Afrika Selatan atau sebelah timur Mozambik. Kerajaan Eswatini tidak memiliki pantai.

Sejak tahun 2018, Kerajaan Swaziland sudah merdeka selama 50 tahun dari pemerintahan kolonial Inggris. Di waktu perayaan ke-50, Raja Swaziland mengumumkan perubahan nama dari Kerajaan Swaziland menjadi Kerajaan Eswatini.

7 Fakta Unik Kerajaan Swaziland

1. Tidak Selalu disebut Eswatini

Swaziland berasal dari nama kolonial negara tersebut. Sejak merayakan hari kemerdekaan yang ke-50, Negara ini berubah nama menjadi Eswatini.

Perubahan nama tersebut terjadi pada bulan April 2018, Raja Mswati III memutuskan untuk menghidupkan kembali nama Swati (Eswatini) dan resmi diumumkan pada perayaan hari kemerdekaan ke-50 tahun 2018.

2. Banyak Bangsawan

Perlu Anda ketahui bahwa Raja Eswatini, Mswati III memiliki 15 istri dan ayahnya (Raja Sobhuza II, paling lama menjadi raja selama sejarah) memiliki 70 istri dan 210 anak.

Baca Juga :  Hari Kemerdekaan Kirgizstan, 31 Agustus 1991

Tidak heran dengan sistem kerajaan dan banyak keturunan, negara ini banyak pangeran dan putri. Jika berkunjung ke negara kerajaan Eswatini, anda akan melihat anggota keluarga kerajaan di tengah keramaian.

3. Budaya Tarian

Tarian adalah kunci identitas budaya kerajaan Swaziland. Setiap anggota komunitas negara ini dihimbau untuk berpartisipasi selama perayaan budaya.

Setiap tahun, 10.000 wanita muda tampil di Reed Dance Festival. Para penari menjadi bagian penting dari setiap perayaan budaya kerajaan.

4. Badak

Kerajaan Swaziland berbatasan dengan Taman Nasional Kruger. Taman ini memiliki banyak hewan dengan 5 hewan besar seperti gajah, badak, macan tutul, kerbau dan singa.

Tetapi di taman ini, lebih banyak badak. Jika berada di Mkhaya Game Reserve (Kawasan lindung di Swaziland/Eswatini), anda akan bertemu dengan Badak putih yang dapat didekati dengan jalan kaki.

5. Sapi bernilai Emas

Ternyata di Swaziland, sapi merupakan aset penting bahkan bernilai layaknya emas. Jika anda ingin membeli sepetak tanah, anda harus membayar menggunakan sapi.

Di Swaziland (Eswatini), harga seekor sapi sekitar $500 USD, dan jika ingin menikahi salah satu putri, harga mahar mencapai 300 ekor sapi.

6. Tidak ada Penjara sebelum Kemerdekaan (sebelum 1968)

Sebelum merdeka, tidak ada penjara di negara Swaziland (Eswatini). Untuk mereka yang dinyatakan bersalah melakukan kejahatan serius, maka akan digiring ke puncak Gunung Nyonyane (dikenal sebagai Batu Eksekusi). Orang yang dinyatakan bersalah akan dilempar dari atas. Sekarang daerah ini sudah menjadi tempat hiking yang populer di Afrika.

7. Budaya Inggris masih melekat

Negara Swaziland masih memiliki ikatan budaya yang kuat dengan negara Inggris. Walaupun sudah berubah nama menjadi Eswatini, tetapi budaya kerajaan Inggris masih melekat dan kuat di negara ini.

Baca Juga :  3 Teks Pidato tentang Pendidikan yang Terbaru di 2020

Bahasa Inggris adalah salah satu bahasa resmi Swaziland dan beberapa kebiasaan Inggris (seperti minum teh di sore hari) masih melekat bagi masyarakat Swaziland.

Selamat Hari Kemerdekaan Swaziland (Eswatini), 6 September 1968!

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *