Kang_Yush Penulis yang bingung dan lagi terobsesi merubah dunia lewat dunia pendidikan, wajahnya biasa aja tapi dia baik kok.

Sejarah : Inilah Hari Kemerdekaan Filipina

3 min read

Specialdays.id – Halo sahabat spesial udah pada tidak nih tentang hari kemerdekaan filipina, kalau masih belum yuk kita belajar bareng tentang sejarah perjuangan Hari kemerdekaan filipina.

Baca Juga : Sejarah Perjuangan kemerdekaan Malaysia

A. Sejarah Perjuangan Filipina dari tahun 1898 hingga 1946

Foto : Emilio Aguinaldo, Presiden Pertama Filipina

Dimulai ketika pecahnya Perang Spanyol-Amerika pada bulan April 1898, ketika Filipina masih menjadi bagian dari Hindia Timur Spanyol, dan berakhir ketika Amerika Serikat secara resmi mengakui sebagai hari kemerdekaan Filipina pada tanggal 4 Juli 1946.

Saat konferensi penandatanganan Perjanjian Paris pada tanggal 10 Desember 1898, Spanyol menyerahkan Filipina kepada United States.
Saat itu pemerintah militer Amerika Serikat di Kepulauan Filipina mengalami masa pergolakan politik yang besar, ditandai dengan pecahnya Perang Filipina-Amerika.

Sejak 1901, pemerintahan militer telah digantikan oleh pemeritahan sipil yaitu Pemerintahan Insular Kepulauan Filipina, sehingga William Howard Taft menjabat sebagai Gubernur Jenderal yang pertama. Mulai 1901 sampai 1906 terdapat serangkaian peristiwa pemerintahan revolusioner yang tidak memiliki pengakuan diplomatik international.

Negosiator Biak na bato dari filipina

Setelah konferensi pengesahan Akta Kemerdekaan Filipina pada tahun 1934, sebuah pemilihan presiden Filipina diselenggarakan pada tahun 1935. Manuel L. Quezon saat itu terpilih dan dilantik sebagai Presiden Filipina yang kedua pada tanggal 15 November 1935. Sehingga Pemerintahan Insular dibubarkan dan Persemakmuran Filipina terwujud. Persemakmuran Filipina ini bertujuan untuk menjadikan filipina sebagai pemerintahan transisi untuk persiapan pencapaian penuh kemerdekaan negara pada tahun 1946.

Baca Juga : Biografi Ki Hajar Dewantara

Setelah invasi Jepang dan pendudukan Filipina selama Perang Dunia II, Amerika Serikat merebut kembali Filipina pada tahun 1945. Menurut kesepakatan Akta Kemerdekaan Filipina, Amerika Serikat secara resmi mengakui kemerdekaan Republik Filipina pada tanggal 4 Juli 1946.

B. Revolusi Filipina

Revolusi Filipina ini dimulai pada bulan Agustus 1896 dan menghasilkan Pakta Biak-na-Bato, yaitu sebuah gencatan senjata antara Gubernur Jenderal kolonial Spanyol, Jenderal Fernando Primo de Rivera dan pemimpin Revolusioner Emilio Aguinaldo yang telah ditandatangani pada tanggal 5 Desember 1897. Kesepakatan dalam pakta menyerukan Aguinaldo dan milisinya untuk menyerah. Serta Pemimpin revolusioner lainnya diberi amnesti dan ganti rugi keuangan oleh pemerintah Spanyol sebagai bentuk imbalan dimana pemerintah pemberontak setuju untuk pergi ke pengasingan di Hong Kong.

Karena Kegagalan Spanyol untuk terlibat dalam reformasi sosial yang aktif di Kuba seperti yang diminta oleh pemerintah Amerika Serikat maka hal itu menjadi penyebab utama terjadinya Perang Spanyol-Amerika. Perhatian Amerika terfokus pada isu setelah ledakan misterius yang menenggelamkan kapal perang Amerika Maine pada tanggal 15 Februari 1898 di Pelabuhan Havana.

C. Pakta Biak na bato

Bendera Republik Biak na bato

Pakta Biak-na-Bato, yang telah ditandatangani pada 14 Desember 1897, memuat sebuah keputusan antara Gubernur Jenderal kolonial Spanyol Fernando Primo de Rivera dan pemimpin revolusioner Emilio Aguinaldo menuju akhir Revolusi Filipina. Aguinaldo dan para revolusioner sejawatnya diberikan amnesti dan uang ganti rugi oleh Pemerintah Spanyol, dalam kepulangan pemerintahan revolusioner dari pengasingan di Hong Kong. Aguinaldo telah merancang untuk menggunakan uang tersebut untuk memenuhi keperluan persenjataan dan kembali ke kepulauan tersebut.

D. Deklarasi Kemerdekaan Filipina

Pada tahun 1896, Revolusi Filipina dimulai. Pada bulan Desember 1897, pemerintah Spanyol dan revolusioner menandatangani sebuah perdamaian, Pakta Biak-na-Bato, yang mengharuskan Spanyol membayar revolusioner sebesar 800.000 peso dan bahwa Aguinaldo beserta pemimpin lainnya menuju pengasingan di Hong Kong.
Pada bulan April 1898, pada saat pecahnya Perang Spanyol-Amerika, Komodor George Dewey menaiki kapal USS Olympia berlayar dari Hong Kong ke Teluk Manila memimpin Skuadron Asiatik dari Angkatan Laut Amerika Serikat. Pada tanggal 1 Mei 1898, Amerika Serikat mengalahkan Spanyol dalam Pertempuran Teluk Manila.
Emilio Aguinaldo memutuskan untuk kembali ke Filipina untuk membantu pasukan Amerika mengalahkan Spanyol. Angkatan Laut Amerika Serikat setuju untuk membawa dia kembali dengan menumpang kapal USS McCulloch, dan pada tanggal 19 Mei, dia tiba di Cavite.
Deklarasi Kemerdekaan Filipina (Filipino: Pagpapahayag ng Kasarinlan ng Pilipinas) diproklamasikan pada tanggal 12 Juni 1898 di Cavite II el Viejo (Kawit, Cavite) saat ini, Filipina.
Dengan pembacaan di depan publik Akta Deklarasi Kemerdekaan (bahasa Spanyol: Acta de la proclamación de independencia del pueblo Filipino; Filipina: Paggawa ng Proklamasyon ng Kasarinlan ng sambayanang Pilipino), pasukan revolusioner Filipina di bawah Jenderal Emilio Aguinaldo memproklamasikan kedaulatan dan kemerdekaan Kepulauan Filipina dari kekuasaan kolonial Spanyol

Kemerdekaan diproklamasikan pada tanggal 12 Juni 1898, antara pukul empat dan lima sore di Cavite di rumah leluhur Jenderal Emilio Aguinaldo sekitar 30 kilometer selatan Manila. Dalam peristiwa ini disaksikan bentangan Bendera Nasional Filipina, yang dibuat di Hong Kong oleh Marcela Agoncillo, Lorenza Agoncillo, dan Delfina Herboza, dan dimainkannya Marcha Filipina Magdalo, sebagai lagu kebangsaan, sekarang dikenal sebagai LUPANG HINIRANG, yang digubah oleh Julián Felipe dan dimainkan oleh drumben San Francisco de Malabon.

Baca Juga :25 Quotes Cinta Bahasa Jawa

Akta Deklarasi Kemerdekaan disiapkan, ditulis, dan dibacakan oleh Ambrosio Rianzares Bautista dalam bahasa Spanyol. Deklarasi tersebut ditandatangani oleh 98 orang, salah satu di antaranya adalah seorang perwira tentara Amerika yang menyaksikan proklamasi. Paragraf terakhir menyatakan bahwa ada “orang asing” (stranger dalam terjemahan bahasa Inggris; extranjero dalam versi orisinil bahasa Spanyol, yang berarti orang asing) yang hadir dalam pertemuan, Mr.L.M.Johnson, digambarkan sebagai “warga negara Amerika Serikat, seorang Kolonel Artileri”.

Kemudian di Malolos, Bulacan, Kongres Malolos memodifikasi deklarasi atas desakan dari Apolinario Mabini yang keberatan bahwa proklamasi awal pada dasarnya menempatkan Filipina di bawah perlindungan Amerika Serikat.

E. Darurat Militer Filipina

Darurat militer di Filipina (bahasa Tagalog: Batas Militar sa Pilipinas; Spanyol: Lei Marcial en Filipinas) merujuk kepada beberapa periode terputus-putus dalam sejarah Filipina dimana kepala negara Filipina (seperti Presiden) memproklamasikan bahwa sebuah kawasan ditempatkan di bawah kendali Pasukan Bersenjata Filipina. Darurat militer dideklarasikan ketika terjadi ketegangan sipil yang hampir menyentuh kekerasan atau dalam kasus-kasus bencana alam besar, tetapi sebagian besar negara menggunakan konstruksi hukum yang berbeda seperti “keadaan darurat”.

Kang_Yush Penulis yang bingung dan lagi terobsesi merubah dunia lewat dunia pendidikan, wajahnya biasa aja tapi dia baik kok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *