Kang_Yush Penulis yang bingung dan lagi terobsesi merubah dunia lewat dunia pendidikan, wajahnya biasa aja tapi dia baik kok.

Kalender Barat : Kalender Gregorian (Gregorian Calender)

3 min read

Specialdays.id – Halo, sobat spesial sudah tau belum apa itu kalender gregorian? Yuk langsung kita bahas. Kalender Gregorius atau biasa disebut Kalender Gregorian adalah kalender yang sekarang banyak digunakan di Dunia Barat.

Kalender Gregorian merupakan modifikasi dari Kalender Julius. Dan yang pertama kali mengusulkannya adalah Dr. Aloysius Lilius dari Napoli-Italia, dan usulan itu distujui oleh Paus Gregorius XIII, pada tanggal 24 Februari 1582. Kalender pada penanggalan tahun kalender ini, berdasarkan pada kalender tahun Masehi.

Baca Juga : Hari Kemerdekaan Vietnam

1. Latar Belakang adanya Kalender Gregorius

Kalender gregorian ini diciptakan karena Kalender Julius dinilai kurang akurat, sebab pada permulaan musim semi (21 Maret) semakin maju sehingga perayaan Paskah yang telah disepakati sejak Konsili Nicea I pada tahun 325 tidak sesuai lagi. Lalu pada tahun 1582, Kamis-4 Oktober diikuti Jumat-15 Oktober.

Untuk 1 tahun dalam Kalender Julius berlangsung selama 365 hari 6 jam. Namun karena revolusi Bumi hanya berlangsung selama 365 hari 5 jam 48 menit 46 detik, maka setiap 1 milenium, dalam Kalender Julius kelebihan 7 – 8 hari (11 menit 14 detik per tahun). Permasalahan ini dipecahkan dengan hari-hari kabisat yang memang agak berbeda pada kalender baru ini.

2. Perbedaan Kalender Gregorius dengan Kalender Julius

Didalam kalender Julius, setiap tahun yang bisa dibagi dengan 4 merupakan tahun kabisat. Tetapi berbeda dengan Kalender Gregorius, pada kalender Gregorian, tahun yang memiliki kelipatan 100 dianggap sebagai tahun kabisat apabila tahun tersebut juga bisa dibagi dengan 400. Semisal, tahun 1600, 2000, dan 2400 termasuk tahun kabisat sedangkan untuk tahun 1500, 1700, 1800, 1900, dan 2100 tidak termasuk dalam tahun kabisat.

Setelah Kalender Gregorian digunakan, memang tidak semua negara mau menggunakannya. Baru setelah beberapa abad, hampir semua negara barat mau menggunakannya. Di negara Rusia mulai menggunakannya pada tahun 1918. Sehingga dengan demikian Revolusi Komunis Rusia yang sekarang diperingati setiap tanggal 7 November, disebut sebagai Revolusi Oktober. Di Gereja Ortodoks sampai saat ini masih menggunakan Kalender Julius. Berikut ini Perhitungan Kalender Julius :

Bulan (Romawi)Lama sebelum 45 SMLama setelah 45 SMBulan
Ianuarius2931Januari
Februarius28 (tahun kabisat: 23 atau 24)28 (tahun kabisat: 29)Februari
Mercedonius/Intercalaris0 (tahun kabisat: 27)(kosong)
Martius3131Maret
Aprilis2930April
Maius3131Mei
Iunius2930Juni
Quintilis (Iulius)3131Juli
Sextilis (Augustus)2931Agustus
September2930September
October3131Oktober
November2930November
December2931Desember
Total355/377-378365/366

Baca Juga : Hari Kemerdekaan Malaysia

Republik Venesia, Spanyol, Portugis, Belanda, Jerman dan Polandia merupakan negara-negara pertama yang secara resmi menerapkan sistem penanggalan ini melalui Inter gravissimas. pada tahun 1582. Tanggal 1 Januari 1622 ditetapkan sebagai permulaan tahun. Sebelumnya tanggal tahun baru di setiap negara Eropa dalam keadaan beragam.

3. Perhitungan Kalender Gregorius

Foto : Hitungan Kalender Gregorius

Setiap tahun dalam Kalender Gregorian dibagi menjadi 12 bulan:

Penanggalan GregoriusLama HariAsal usul nama bulan
Januari31Janus (Dewa permulaan dan akhir bangsa Romawi)
Februari28/29Februus (Dewa kematian dan pemurnian Romawi, yang juga menjadi dewa bangsa Etruskan). Bulan ini menjadi bulan perayaan ritual pemurnian di Romawi yang dirayakan setiap tanggal 15 bulan ini.
Maret31Mars (Dewa perang Romawi)
April30bahasa Latin: aperire yang artinya membuka. Bulan April (Aprilis) dalam kalender Romawi merupakan penghormatan untuk dewi Venus. Kata April diambil dari nama Venus dalam bahasa Yunani yaitu Aphrodite (Aphros).
Mei31Maia Maiestas (Dewi Romawi)
Juni30Juno (Dewi Romawi, istri Jupiter (mitologi))
Juli31Julius Caesar (diktator Romawi) (bulan ini sebelumnya disebut Quintilis, bulan ke-5 kalender Romawi)
AgustusAugustus (Kaisar Romawi pertama) (bulan ini sebelumnya disebut Sextilis, bulan ke-6 kalender Romawi)
September30Septem (bahasa Latin untuk tujuh, bulan ke-7 kalender Romawi)
Oktober31Octo (bahasa Latin untuk delapan, bulan ke-8 kalender Romawi)
November30Novem (bahasa Latin untuk sembilan, bulan ke-9 kalender Romawi)
Desember31Decem (bahasa Latin untuk sepuluh, bulan ke-10 kalender Romawi)
Total365/366

Penjelasan :

Dalam kalender Romawi sebelumnya, tahun biasa terdiri atas 12 bulan dengan 355 hari. Sebagai tambahan, satu bulan kabisat 27 hari, Mensis Intercalaris, beberapa kali disisipkan di antara Februari dan Maret.

Baca Juga : Catatan Misteri Peristiwa di tanggal 22 April Mulai dulu hingga sekarang

Bulan kabisat ini dibentuk dengan menyisipkan 22 hari setelah 23 atau 24 hari pertama Februari; lima hari terakhir Februari, yang menghitung mundur hari-hari memasuki bulan Maret, menjadi lima hari terakhir Intercalaris. Efeknya adalah menambah 22 atau 23 hari dalam tahun tersebut, membentuk satu tahun kabisat yang memiliki 377 atau 378 hari.

Menurut penulis Censorinus dan Macrobius, siklus kabisat yang ideal terdiri atas tahun biasa dengan 355 hari bergantian dengan tahun kabisat, dengan jumlah hari bergantian 377 dan 378 hari. Dengan sistem ini, secara merata tahun Romawi akan memiliki 366¼ hari setiap empat tahun, yang menghasilkan penyimpangan rata-rata satu hari per tahun terkait dengan titik balik matahari atau ekuinoks.

Macrobius menjelaskan perbaikan lebih lanjut, yaitu dalam satu periode 8 tahun dalam satu siklus 24 tahunan, hanya ada tiga tahun kabisat dengan setiap tahun kabisat memiliki 377 hari (sehingga ada 11 tahun kabisat setiap 24 tahun). Perbaikan ini menjadikan rata-rata lamanya satu tahun adalah 365,25 hari untuk jangka waktu 24 tahun.

Dalam Implementasinya, kabisat tidak terjadi secara sistematis berdasarkan sistem ideal tersebut, tetapi ditentukan oleh Pontifex. Sejauh yang ditunjukkan oleh bukti sejarah, penentuan tersebut jauh kurang teratur daripada skema ideal yang disarankan. Tahun kabisat biasanya terjadi setiap tahun kedua atau ketiga, tetapi beberapa kali dihilangkan selama jangka waktu yang lebih lama, dan kadang-kadang tahun kabisat terjadi dua tahun berturut-turut.

Jika dikelola dengan benar, sistem ini memungkinkan tahun Romawi untuk tetap sejajar dengan tahun tropis. Tetapi, karena Pontifex seringnya adalah politisi dan periode jabatan hakim/pejabat pengadilan Romawi terkait dengan tahun kalender, wewenang ini rentan disalahgunakan: seorang Pontifex dapat memperpanjang lamanya satu tahun ketika ia atau salah satu sekutu politiknya sedang menjabat, atau menolak memperpanjang lamanya ketika lawannya yang berkuasa.

Pada Reformasi Caesar ditujukan untuk menyelesaikan permasalahan ini secara permanen, dengan membuat suatu kalender yang tetap sesuai dengan matahari tanpa adanya intervensi manusia. Hal ini terbukti berguna segera setelah kalender baru diefektifkan. Varro menggunakannya pada 37 SM untuk memperbaiki penanggalan kalender untuk awal empat musim, yang mustahil hanya delapan tahun sebelumnya. Seabad kemudian, ketika Plinius menetapkan titik balik matahari musim dingin jatuh tanggal 25 December karena matahari berada di derajat ke-8 Kaprikornus pada tanggal tersebut.

Okey guys. Itu pembahasan mengenai Kalender Gregorian sampaikan jangan lupa tulis saran dan kritikmu di kolom komentar ya!

Kang_Yush Penulis yang bingung dan lagi terobsesi merubah dunia lewat dunia pendidikan, wajahnya biasa aja tapi dia baik kok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *