13 Ramadhan: Hari Wafatnya Fatimah Az Zahra

  • 3 min read
  • Jul 19, 2020

Specialdays.id – Nabi Muhammad adalah Rosul yang bergelar Rahmatan lil ‘alamin artinya beliau adalah rahmat bagi seluruh alam, beliau di karuniai 7 anak yang salah satunya adalah Sayyidah Fatimah Az zahrah, tepat 13 Ramadhan 11 H / 632 M adalah Hari wafatnya Fatimah Az Zahra putri Rosulullah SAW.

Kelahiran Sayyidah Fatimah Az Zahrah

Fatimah binti Muhammad atau lebih dikenal dengan Fatimah az-Zahra (Fatimah yang selalu berseri) adalah putri bungsu Nabi Muhammad dari perkawinannya dengan istri pertamanya, yakni Sayyidah Khadijah.

Sayyidah Fatimah Az-Zahra lahir pada 20 Jumadil Akhir, atau yang pada tahun ini bertepatan pada tanggal 14 Februari. Beliau lahir dari istri pertama Rasulullah SAW yakni Siti Khadijah.

Kelahiran dari Fatimah Az-Zahra ini 5 tahun sebelum akhirnya Muhammad diangkat menjadi seorang Rasul. Beliau merupakan anak bungsu dari keluarga Rasulullah SAW bersama Khadijah.

Sayyidah Fatimah Az-Zahra tumbuh menjadi seorang gadis yang tidak hanya merupakan putri dari Rasulullah, namun juga mampu menjadi salah satu orang kepercayaan ayahnya pada masa baginda. Fatimah Az-Zahra memiliki kepribadian yang sabar,dan penyayang karena dan tidak pernah melihat atau dilihat lelaki yang bukan mahromnya. Rasullullah sering sekali menyebutkan nama Fatimah, salah satunya adalah ketika Rasulullah pernah berkata ” Fatimah merupakan bidadari yang menyerupai manusia”.

Sayyidah Fatimah Az Zahra Menikah dengan Ali bin Abi Thalib

Pernikahan Imam Ali dan Sayidah Fatimah termasuk salah satu peristiwa yang terjadi pada tahun kedua Hijriah, dimana komunitas Syiah merayakan hari tersebut pada tanggal pertama Dzulhijjah. Menurut pendapat masyhur, mahar Sayidah Zahra sa adalah mahr al-Sunnah (lima ratus Dirham).

Baca Juga :  19 Peringatan Hari Besar Agama Katolik dan Sejarahnya

Rasulullah saw dengan menolak beberapa pelamar, akhirnya menerima lamaran Ali bin Abi Thalib dan menyebut pernikahan tersebut sebagai pernikahan dari sisi Allah dan atas kehendak-Nya dan dijelaskan bahwa Allah lah yang menikahkan Fatimah dengan Ali as.

Mendengar hal tersebut, Abu Bakar terharu dan berkata kepada Ali bin Abi Thalib; “Wahai Ali, janganlah engkau berkata seperti itu. Bagi Allah SWT dan Rasul-Nya, dunia dan seisinya hanyalah ibarat debu-debu bertaburan belaka.”

Kulaini dalam al-Kāfi, meriwayatkan sebuah hadis yang dinukil dari Imam Sajjad as menjelaskan bahwa Rasulullah saw menikahkan Sayidah Fatimah sa dengan Imam Ali as satu tahun setelah hijrah ke Madinah.

Pendapat ini lebih selaras dengan apa yang telah diriwayatkan oleh Thabari dari Imam Baqir as, yang menjelaskan bahwa Imam Ali as menikah dengan Sayidah Fatimah dalam beberapa malam yang tersisa dari bulan Shafar pada tahun ke-2 H.

Mendengar jawaban dari Abu Bakar dan mantan budaknya tersebut, kepercayaan diri Ali bin Abi Thalib muncul kembali. Dengan ragu-ragu, Ali bin Abi Thalib menghadap Rasulullah SAW. Ketika Ali bin Abi Thalib datang menemui Rasul, Ali pun ditanya maksud kedatanggannya. Namun Ali tak berani menjawab. Rasulullah Saw pun memperjelas pertanyaannya, “Apakah kedatanganmu untuk melamar Fatimah?” Ali kemudian menjawab, “Iya”.

Rasulullah SAW melanjutkan pertanyaannya. Ali ditanya perihal mahar untuk Fatimah. Ali tidak punya apa-apa kecuali baju besi, pedang dan unta yang pernah beliau berikan untuk peralatan perang. Karena pedang dan untanya masih dibutuhkan untuk berdakwah, maka Rasulullah Saw menyuruh Ali untuk menjadikan baju besinya sebagai mahar.

Baca Juga :  Sejarah 3,5 Abad Indonesia sebelum Merdeka

Abu al-Faraj al-Isfahani dalam Maqātil al-Thālibin juga menulis perihal yang dinukil oleh Thabari tersebut dan selanjutnya, Ali as menemui Fatimah sa sekembalinya ia dari perang Badar. Rasulullah di awal bulan Dzulhijjah tahun kedua Hijriah mengirim Sayidah Fatimah ke rumah Amirul Mukminin as.

Dengan demikian, jarak masa akad sampai pernikahan kurang lebih sekitar sepuluh bulan. Mungkin ketergesaannya dalam menjalankan sighoh akad adalah jawaban gamblang bagi para pelamar, dan ketidaktergesaannya dalam melaksanakan acara pernikahan adalah supaya Fatimah sa mengalami perkembangan secara lahiriah dan sampai pada batas sebagai salah satu wanita secara jismiyah dan kekuatan.

Hari Wafatnya Sayyidah Fatimah Az Zahra

Sepeninggal Nabi Muhammad wafat pada 8 Juni 632 Masehi. Tidak sedikit referensi yang meriwayatkan bahwa sepeninggal Rasulullah, terjadi perselisihan antara Fatimah, juga Ali, dengan Abu Bakar dan Umar terkait siapa yang berhak menjadi pemimpin sebagai penerus Muhammad, juga mengenai hak warisan.

Dalam satu riwayat dikisahkan, pagi tanggal 3 Ramadan tahun 11 Hijriah, Fatimah mandi dan mengenakan pakaian baru, kemudian berbaring di tempat tidur. Kepada Ali, Fatimah berkata bahwa saat-saat kematiannya sudah dekat. Ali pun menangis, namun Fatimah menghibur suaminya agar jangan bersedih dan supaya menjaga anak-anak mereka.

Fatimah juga berpesan, setelah meninggal nanti, ia tidak ingin dikuburkan dengan upacara pemakaman. Lantaran waktu salat tiba, Ali berangkat ke masjid. Saat Ali tidak ada itulah Fatimah mengembuskan nafas terakhir. Kedua putra mereka, Hassan dan Husein, bergegas menyusul Ali ke masjid untuk mengabarkan berita duka hari wafatnya Fatimah az Zahra.

Baca Juga :  Hari Radio Republik Indonesia, 11 September 1945

Mendengar hari wafatnya Fatimah Az Zahra, Ali tak sadarkan diri. Setelah siuman, Ali menuruti pesan terakhir istrinya. Fatimah dikuburkan secara diam-diam tanpa upacara. Tidak ada warga Madinah yang tahu selain Ali dan keluarga terdekat. Ali juga membuat tiga kuburan palsu supaya makam istrinya tidak dapat diidentifikasi. Demikian papar Hassan Amin dalam Islamic Shi’ite Encyclopedia (1968-1973).

Baca Juga :

1. Kata – Kata Mutiara tentang kehidupan

2. Quotes Nuzulul Qur’an

3. Sejarah Hari Besar Agama Islam

Rangkuman

Nama
NamaFatimah Az-Zahra binti Muhammad

 

Tanggal lahir
20 Jumadil Akhirah 5 tahun setelah kenabian, H / tahun 606
Tempat lahir
Mekkah
Orang tua
Muhammad
Khadijah binti Khuwailid

 

 

Demikianlah kisah hari wafatnya Fatimah Az Zahra binti Rosulullah SAW. Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan dan kecintaan kita kepada rosulullah. Jangan lupa kritik dan saran di kolom komentar ya! Oke semoga bermanfaat

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *