Hari Besar Agama Kristen dan Sejarahnya

  • 5 min read
  • Sep 23, 2020

Specialdays.id – Halo sobat Spesial berbincang tentang Hari Besar Agama Kristen, kira – kira kamu tau ga? Apa aja sih Hari Besar Agama Kristen itu. Emm.. oke. Dalam agam kristen itu memiliki metode perayaan yang berbeda kadang juga tergantung pada harinya loh itu karena sejarahnya pun juga berbeda.

Oke, langsung saja yuk di bahas Hari Besar Agama Kristen dan sejarahnya.

Peringatan Hari Raya Paskah

Hari Raya Paskah adalah perayaan terpenting dalam tahun liturgi gerejawi Kristen. Bagi umat Kristen, Paskah identik dengan Yesus, yang oleh Paulus disebut sebagai “anak domba Paskah”; jemaat Kristen hingga saat ini percaya bahwa Yesus disalibkan, mati dan dikuburkan, dan pada hari yang ketiga bangkit dari antara orang mati.

Paskah merayakan hari kebangkitan tersebut dan merupakan perayaan yang terpenting karena memperingati peristiwa yang paling sakral dalam hidup Yesus, seperti yang tercatat di dalam keempat Injil di Perjanjian Baru. Perayaan ini juga dinamakan Minggu Paskah, Hari Kebangkitan, atau Minggu Kebangkitan.

Peringatan Hari Raya Paskah merupakan perayaan terbesar hari besar agama Kristen, karena disinilah Yesus berhasil bangkit dari maut. Sebelum memperingati Paskah, umat Kristiani akan mengikuti ibadah Tri Hari Suci terlebih dahulu. Adapun makna paskah bagi umat Kristiani, yaitu :

  1. Yesus telah bangkit mengalahkan kekuatan maut. Pengorbanan Yesus di kayu salib akhirnya berbuah hasil dengan diampuninya dosa umat manusia. Disini, Yesus berhasil memberikan kepercayaan bagi mereka yang percaya. Bahwa mereka yang percaya akan beroleh kehidupan kekal bersama dengan Tuhan.
  2. Kehidupan baru bagi umat manusia terbukti dari makna kebangkitan Yesus. Manusia yang dulunya hilang pengharapan karena disalibkannya Yesus, kini tak perlu cemas lagi. Darah-Nya yang Kudus berhasil membebaskan manusia dari dosa asal. Sehingga manusia boleh bersukacita dengan adanya hidup yang baru.
  3. Yesus yang bangkit mampu memberikan damai sejahtera bagi mereka yang percaya kepada-Nya
  4. Tuhan itu ajaib. Kebangkitan-Nya sebagai bukti bahwa Ia memiliki kuasa di bumi maupun di sorga. Sebagai manusia, kita wajib untuk selalu memuji dan memuliakan nama Tuhan.

Peringatan Hari Raya Pentakosta (Minggu Putih)

Pentakosta atau Minggu Putih adalah hari raya Kristiani yang memperingati peristiwa dicurahkannya Roh Kudus kepada para rasul di Yerusalem, yang terjadi 50 hari setelah kebangkitan Yesus Kristus. Pada hari Pentakosta, Roh Kudus dicurahkan sesuai dengan yang dijanjikan Yesus sesudah kenaikannya ke surga.

Baca Juga :  Catatan Peristiwa Penting 22 April

Menurut Alkitab, murid-murid Yesus berhasil mempertobatkan tiga ribu jiwa pada hari tersebut dan hal inilah yang disebut dengan lahirnya gereja mula-mula (Sumber: kitab Kisah Para Rasul pasal ke-2). Sebelumnya Pentakosta adalah hari raya besar orang Yahudi yang kemudian diadopsi oleh Gereja Barat dan Gereja Timur.

Dalam Bahasa Ibrani, hari raya Pentakosta disebut Shavout yang artinya “Minggu-minggu”. Dalam Perjanjian Lama, Pentakosta merupakan perayaan atas “pencurahan” rahmat Tuhan dalam kehidupan mereka. Berkat tersebut diwujudnyatakan secara spiritual melalui hukum Taurat Tuhan. Secara jasmaniah, berkat yang diberikan Allah dinyatakan melalui hasil panen gandum yang didapatkan bangsa Israel. Makna penting dari Hari Raya Pentakosta, yaitu :

Baca Juga : Perayaan Hari Besar agama Islam di Indonesia

Pentakosta Merupakan Pemenuhan Janji tuhan

Peristiwa Sebelum Yesus naik ke sorga, Ia berpesan agar murid-murid-Nya pergi ke Yerusalem. Karena di kota itulah Yesus akan menggenapi janji-Nya. Lukas 24:49 “Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi.” Sebelum Yesus naik ke sorga, Ia juga berkata agar murid-murid tak perlu cemas. Seperti yang terdapat dalam Kitab Yohanes 14:16 “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya.”

Pentakosta sebagai bukti Curahan berkah tuhan

Ketika perayaan Pentakosta dimulai, berkat secara jasmani maupun rohani akan dilimpahkan Tuhan bagi umat manusia. Berkat yang dicurahkan oleh Yesus sendiri Ia turunkan melalui Roh Kudus. Roh Kudus inilah yang nantinya akan menyelimuti murid-murid-Nya dan para pengikut-Nya. Kedahsyatan kekuatan Roh Kudus dapat dilihat dari keberanian murid Yesus dalam memberitakan Injil. Mereka tidak takut kepada kekuatan manusia, melainkan hanya takut pada kekuatan Allah.

Pentakosta sebagai tanda gereja – gereja agung

Gereja merupakan tempat perkumpulan orang-orang beriman. Gereja bisa ada seperti sekarang berkat hadirnya Roh Kudus pada peristiwa Pentakosta. Roh Kudus yang dicurahkan Allah menjadi dasar mula berdirinya gereja. Jadi, gereja bukan tercipta dengan sendirinya. Kepercayaan orang-orang pada Yesus Kristus semakin kuat berkat Pentakosta. Jumlah orang yang percaya juga semakin banyak dari masa ke masa. Bertambah-tambah banyak hingga seperti sekarang.

Baca Juga :  2 Strategi dalam Sejarah Dakwah Nabi Muhammad SAW

Hari Perayaan Ekaristi atau Hari Raya Misa

Untuk mengenang wafat dan kebangkitan Yesus Kristus, umat Kristiani melakukan Perayaan Ekaristi atau Perjamuan Suci setiap Hari Minggu. Ekaristi sebagai tanda bahwa Yesus tidak lagi hadir dalam wujud manusia, melainkan dalam wujud Roh yang hidup. Sekalipun Ia pergi, Ia tidak pernah benar-benar pergi dari hidup umat manusia. Ia akan selalu hadir di tengah-tengah umat Kristiani. Terutama saat Perayaan Ekaristi di gereja.

Sakramen Mahakudus adalah suatu istilah devosional yang digunakan dalam Gereja Katolik Roma untuk menyebut rupa yang terlihat dari elemen roti dan anggur yang telah dikonsekrasi dalam Perayaan Ekaristi, yaitu Tubuh dan Darah Kristus.

Hosti yang telah dikonsekrasi disimpan dalam sebuah tabernakel setelah Misa, dengan demikian Sakramen Mahakudus dapat diantarkan kepada mereka yang sakit dan menghadapi ajal di luar waktu Misa. Hal ini juga memungkinkan dilakukannya praktik adorasi Ekaristi.

Karena Kristus sendiri hadir dalam sakramen altar ini, Ia harus dihormati dengan ibadah adorasi. “Mengunjungi Sakramen Mahakudus adalah … suatu bukti dari rasa syukur, suatu ungkapan dari cinta, dan suatu tugas dari adorasi akan Kristus Tuhan kita.”

Lukas 22:17-20 “Kemudian Ia mengambil sebuah cawan, mengucap syukur, lalu berkata: Ambillah ini dan bagikanlah di antara kamu. Sebab Aku berkata kepada kamu: mulai dari sekarang ini aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur sampai Kerajaan Allah telah datang.

Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: Inilah Tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku. Demikian juga dibuat-Nya dengan cawan sesudah makan; Ia berkata: Cawan ini adalah Perjanjian Baru oleh Darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu.”

Peringatan Hari Raya Yesus Kristus

Foto : Wikipedia.org

Perayaan Kenaikan Tuhan dan Juruselamat Kami Yesus Kristus, yang juga dikenal sebagai Kamis Kenaikan, Kamis Kudus, atau Hari Kenaikan, memperingati Kenaikan Yesus ke surga. Hari tersebut merupakan salah satu perayaan ekumenis (dirayakan secara universal) dari gereja-gereja Kristen.

Hari Kenaikan secara tradisional dirayakan pada hari Kamis, hari keempatpuluh setelah Paskah (sesuai dengan Kisah Para Rasul 1:3), meskipun beberapa denominasi Kristen memindahkan perayaan tersebut pada hari Minggu berikutnya. Hari yang dirayakan setelah 40 hari peristiwa Kebangkitan Yesus Kristus dari maut. Peristiwa ini disaksikan sendiri oleh murid-murid-Nya.

Baca Juga : Perayaan Hari Besar Agama Hindu di Indonesia dan sejarahnya

Yesus yang terangkat ke sorga, dan tiba-tiba menghilang karena tertutup oleh awan. Sebelum terangkat ke sorga, Yesus berpesan kepada murid-murid-Nya untuk segera menjadi saksi Yesus dan memberitakan Injil. Terutama bagi seluruh umat di Yerusalem, Yudea, Samaria, hingga ke ujung bumi. Para murid sebenarnya belum mengerti apa yang dipesankan oleh Yesus kepada mereka.

Baca Juga :  Hari Kemerdekaan Qatar, 3 September 1971

Namun, dua malaikat Tuhan datang untuk memperingatkan murid-murid untuk melakukan perintah Tuhan. Darisinilah murid Yesus mulai memberitakan Injil hingga ke seluruh penjuru dunia.

Perayaan Hari Raya Natal

Kisah Perayaan Natal berasal dari Injil Santo Lukas dan Santo Matius dalam Perjanjian Baru. Menurut Lukas, seorang malaikat memunculkan diri kepada para gembala di luar kota Betlehem dan mengabari mereka tentang lahirnya Yesus.

Matius juga menceritakan bagaimana orang-orang bijak, yang disebut para majus, mengikuti bintang terang yang menunjukkan kepada mereka di mana Yesus berada. Catatan pertama peringatan hari Natal adalah tahun 336 Sesudah Masehi pada kalender Romawi kuno, yaitu pada tanggal 25 Desember.

Perayaan ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh perayaan orang kafir (bukan Kristen) pada saat itu. Sebagai bagian dari perayaan tersebut, masyarakat menyiapkan makanan khusus, menghiasi rumah mereka dengan daun-daunan hijau, menyanyi bersama dan tukar-menukar hadiah.

Baca Juga : Misteri Tanggal 24 April dalam sejarah panjang kehidupan Manusia

Kebiasaan-kebiasaan itu lama-kelamaan menjadi bagian dari perayaan Natal. Pada akhir tahun 300-an Masehi agama Kristen menjadi agama resmi Kekaisaran Romawi. Pada tahun 1100 Natal telah menjadi perayaan keagamaan terpenting di Eropa, di banyak negara-negara di Eropa dengan Santo Nikolas sebagai lambang usaha untuk saling memberi.

Sehingga, pada tahun 1800-an, ada dua kebiasaan baru yang dilakukan pada hari Natal, yaitu menghias pohon Natal dan mengirimkan kartu kepada sanak saudara dan teman-teman. Di Amerika Serikat, Santa Claus (Sinterklas) menggantikan Santo Nikolas sebagai lambang usaha untuk saling memberi. Sejak tahun 1900-an, perayaan Natal menjadi semakin penting untuk berbagai bisnis.

Itulah Peringatan Hari Besar Agama Kristen ya sob, buat kamu yang beragam kristen. Tetaplah beribadah, semangat terus. Tetaplah menjadi inspirasi bangsamu. Jangan lupa tinggalkan kritik dan saran di kolom komentar dibawah ya!

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *